Skripsi
Identifikasi pemahaman konsep dan kesulitan siswa kelas X MIPA SMAN 6 Malang dalam mempelajari materi hidrokarbon / Vika Noer Baety
Abstrak
ABSTRAK Baety Vika Noer. 2015. Identifikasi Pemahaman Konsep dan Kesulitan Siswa Kelas X MIPA SMAN 6 Malang dalam Mempelajari Materi Hidrokarbon. Skripsi Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Siti Marfu ah M.S. (2) Drs. Parlan M.Si. Kata-kata kunci Pemahaman konsep Kesulitan Hidrokarbon Salah satu materi pokok yang dibelajarkan dalam mata pelajaran kimia di SMA yaitu materi Hidrokarbon. Materi hidrokarbon merupakan salah satu materi kimia yang penting dan membutuhkan penguasaan konsep yang tinggi. Selain itu materi hidrokarbon merupakan materi prasyarat untuk dapat menguasai materi selanjutnya yaitu materi turunan senyawa hidrokarbon. Oleh karena itu penting untuk mengetahui pemahaman konsep dan kesulitan siswa pada materi hidrokarbon guna memperbaiki pembelajaran dan meluruskan kesalahan konsep.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi (1) pemahaman konsep siswa pada materi hidrokarbon (2) kesulitan siswa dalam mempelajari materi hidrokarbon. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kuantitatif. Variabel yang dideskripsikan dalam penelitian ini adalah pemahaman konsep dan kesulitan siswa dalam memahami materi yang ditunjukkan dengan kemampuan siswa dalam menjawab soal-soal yang diberikan. Sampel penelitian dari penelitian ini adalah siswa kelas X MIPA SMAN 6 Malang tahun ajaran 2015/2016 yang terdiri dari 67 siswa kelas X MIPA 1 dan XI MIPA 2. Pengumpulan data pada penelitian ini dengan menggunakan instrumen tes diagnostik. Soal berupa pilihan ganda dengan lima alternatif pilihan jawaban yang diperkuat hasil wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) tingkat pemahaman siswa pada masing-masing konsep hidrokarbon adalah (a) konsep senyawa organik sebesar 23 16% (b) konsep definisi senyawa hidrokarbon sebesar 100% (c) konsep kekhasan atom karbon sebesar 80 79%) (d) konsep penggolongan senyawa hidrokarbon sebesar 75 13%) (e) konsep tata nama senyawa alkana sebesar 60 3% (f) konsep sifat fisika senyawa alkana alkena dan alkuna sebesar 43 84% (g) konsep reaksi kimia pada senyawa alkana alkena dan alkuna sebesar 34 70% dan (h) konsep isomer sebesar 53 36% 2) letak kesulitan siswa dalam mempelajari konsep hidrokarbon adalah (a) membedakan sifat fisika senyawa organik dengan senyawa anorganik (b) menentukan sifat kepolaran senyawa dan juga pengaruh kepolaran terhadap kelarutan (c) membedakan dan menentukan C primer C sekunder C tersier dan C kuaterner (d) memahami konsep homolog (e) membedakan rumus umum alkana alkena dan alkuna (f) memahami aturan pemberian nama senyawa secara IUPAC (g) pengaruh adanya percabangan pada kenaikan dan penurunan titik didih/titik leleh (h) membedakan reaksi adisi eliminasi dan substitusi dan (i) menentukan jenis isomer yang terjadi pada senyawa-senyawa yang disebutkan.