Skripsi
Pengembangan modul mata pelajaran administrasi humas dan keprotokolan (studi pada siswa kelas XI Administrasi Perkantoran di SMK Negeri 1 Lamongan) / Fadhilah
Abstrak
ABSTRAK Fadhilah. 2016. Pengembangan Modul Mata Pelajaran Administrasi Humas dan Keprotokolan (Studi Pada Siswa Kelas XI Administrasi Perkantoran di SMK Negeri 1 Lamongan). Skripsi Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Hj. Wasiti S.Sos. M.Si (II) Lohana Juariyah S.E. M.Si. Kata Kunci pengembangan modul administrasi humas dan keprotokolan pendekatan ADDIE. Modul adalah bahan ajar yang diatur secara sistematis dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh siswa sesuai dengan tingkat pengetahuan mereka sehingga mereka dapat belajar secara mandiri. Tetapi pada kenyataannya modul yang sesuai dengan kompetensi pembelajaran Kurikulum 2013 masih sangat terbatas. Hal tersebut juga dialami oleh pihak sekolah di SMK Negeri 1 Lamongan. Oleh karena itu diperlukan suatu modul yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan sumber belajar siswa. Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan modul mata pelajaran Administrasi Humas dan Keprotokolan secara tercetak yang sesuai dengan Kurikulum 2013 di SMK Negeri 1 Lamongan untuk kelas XI Program Keahlian Administrasi Perkantoran dan untuk mengetahui kelayakan modul melalui hasil validasi. Pendekatan yang digunakan pada penelitian dan pengembangan modul ini adalah pendekatan ADDIE yaitu analisis desain pengembangan implementasi dan evaluasi. Subjek dalam penelitian ini adalah 35 siswa kelas XI APK 1 sebagai kelas kontrol dan 35 siswa kelas XI APK 2 sebagai kelas eksperimen di SMKN 1 Lamongan. Kelayakan modul dinilai oleh validator yang terdiri dari ahli materi ahli modul dan siswa. Total persentase validasi oleh ahli materi sebesar 94% total persentase validasi ahli modul sebesar 92% dan total persentase hasil validasi yang dilakukan oleh siswa pada uji coba kelompok kecil sebesar 87 7%. Efektivitas modul dianalisis berdasarkan perbedaan rata-rata nilai pre-test dan post-test kelas eksperimen dan kelas kontrol. Setelah dilakukan tes di kedua kelas diperoleh rata-rata nilai pre-test siswa kelas eksperimen sebesar 53 3 dan rata-rata nilai post-test sebesar 87 94. Sedangkan rata-rata nilai pre-test kelas kontrol sebesar 54 dan rata-rata nilai post-test sebesar 78 84. Dari data tersebut perbedaan kenaikan rata-rata pre-test dan post-test kelas eksperimen sebesar 34 64% dengan kriteria tinggi sedangkan kelas kontrol sebesar 24 84% dengan kriteria cukup tinggi. Berdasarkan hasil validasi oleh validator modul dikatakan layak digunakan sebagai bahan ajar. Modul juga dikatakan efektif diterapkan di kelas berdasarkan hasil pre test dan post test di masing-masing kelas. Kemudian berdasarkan penelitian yang telah dilakukan peneliti menyarankan pertama guru dapat menjadikan modul ini sebagai contoh dalam menyusun modul untuk kompetensi dasar yang lain pada mata pelarajan Administrasi Humas dan Keprotolan dengan materi bahasan pertemuan atau rapat. Kedua untuk peneliti selanjutnya agar mengembangkan modul dengan model ADDIE yang sama dengan model yang digunakan dalam pengembangan modul ini dan membandingkan modul mana yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan lebih baik. Selain menggunakan pengukuran hasil belajar penilaian efektivitas modul juga dapat dilakukan dengan menilai modul berdasarkan karakteristik modul yang meliputi self instructional self contained stand alone adaptif user friendly dan konsistensi. Saran selanjutnya yaitu memotivasi siswa dengan memberikan arahan tentang pentingnya materi yang dipelajari dan manfaatnya sehingga siswa dapat termotivasi untuk belajar dengan baik. 8195