Skripsi
The implementation of self-correction method in essay writing class / Ratna Wahyuningsih
Abstrak
Wahyuningsih Ratna. 2016. Penerapan Metode Koreksi-Mandiri di Kelas Menulis Essay. Skripsi. Jurusan Sastra Inggris Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Arwijati Murdibjono M.Pd Dip.TESL (2) Drs. Andi Muhtar M.A. Keywords Koreksi-mandiri menulis persepsi. Dalam proses koreksi konvensional guru selalu memberikan koreksi terhadap hasil tulisan para siswa karena guru dipandang sebagai seseorang yang berwenang dan juga sumber dari ilmu di kelas. Dalam hal ini siswa bertindak sebagai penerima pasif dalam sebuah proses koreksi. Telah dipercaya sera luas bahwa siswa-siswa yang pasif tidak memperhatikan feedback yang diberikan oleh guru. Banyak peneliti yang mengusulkan metode evaluasi yang akan melibatkan siswa-siswa agar mereka mendapatkan dampak dari proses pembelajaran contohnya metode koreksi mandiri. Dengan mempertimbangkan hal ini penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode koreksi mandiri di kelas menulis. Penelitian ini melibatkan 25 mahasiswa dan seorang dosen jurusan Sastra Inggris Universitas Negeri Malang. Setelah proses menulis essay siswa melalui proses koreksi mandiri berdasarkan guideline sheet di mana mereka harus mengkoreksi essay mereka sendiri secara individu. Seperangkat kuisioner disebarkan kepada siswa setelah penerapan metode koreksi-mandiri untuk mengumpulkan data seputar penerapan metode koreksi mandiri dari sudut pandang siswa. Selanjutnya wawancara dilakukan dengan dosen pengajar kelas tersebut untuk mendukung data dari kuisioner. Data dari wawancara meliputi data seputar penerapan metode koreksi-mandiri dari sudut pandang pengajar. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa meski hampir semua siswa memiliki pengalaman yang kurang dalam melakukan metode koreksi-mandiri mereka mempunyai pandangan positif terhadap metode yang memerlukan kemandirian dan tanggungjawab yang besar ini. Menurut mereka metode ini sangat berguna. Mereka senang bahwa nilai mereka mengalami peningkatan. Bukan hanya itu akurasi grammar mereka juga meningkat. Mereka juga membuat peningkatan dalam hal organisasi text. Di samping fakta bahwa metode koreksi-mandiri dianggap berguna bagi hampir semua siswa masih ada seorang siswa yang merasa malas melakukan metode ini. Hal ini kemungkinan dikarenakan siswa terbiasa tergantung dengan feedback yang diberikan oleh guru. Dari hasil penelitian ini disarankan agar metode ini diterapkan dengan lebih intensif di kelas writing dan juga untuk diteliti lebih mendalam lagi.