Skripsi
Slogan of comparative advertising - a linguistic perspective / Viny Wardatur Rosy Rozana
Abstrak
ABSTRAK Rozana Viny Wardatur Rosy. 2016. Slogan dalam Iklan Komparatif Sebuah Perspektif Linguistik. Skripsi. Jurusan Sastra Inggris Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Aulia Apriana S.S. M.Pd. (II) Evynurul Laily Zen S.S M.A Kata Kunci perang slogan kompetisi marketing perspektif linguistik. Kompetisi dalam proses marketing menjadi salah satu hal yang tidak bisa dihindari dalam era kapitalis seperti sekarang ini. Strategi pemasaran tak lagi hanya untuk menjual dan mempromosikan kelebihan produk kepada konsumen namun dibalik itu ada esensi persaingan dengan produk sejenis. Tak jarang produsen melakukan penyerangan terhadap pesaing dalam proses marketingnya. Salah satu strategi yang dilakukan adalah melalui slogan. Konsumen yang notabene adalah pihak independen dan obyek bidikan dari dua atau lebih produsen yang bersaing tentu mau tak mau memiliki insting akan munculnya fenomena ini yang pada akhirnya menjadi juri utama dalam persaingan produk melalui perang slogan. Dari hipotesis para konsumen terhadap slogan-slogan yang dianggap memiliki esensi peperangan dan penyerangan penelitian ini hadir untuk menganalisa lebih jauh slogan-slogan yang dimaksud menggunakan kajian linguistik. Studi ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data dari website artikel video kompilasi iklan dan televisi. Penentuan data didasarkan pada indikator ada atau tidaknya esensi peperangan didalam slogan. Dari proses pengumpulan data maka didapat sepuluh peperangan terdiri dari enam peperangan dalam Bahasa Indonesia dan empat peperangan dalam Bahasa Inggris. Analisis kebahasaan dalam slogan meliputi lingkup Sintaks yaitu pola dan jenis kalimat Semantik dalam ranah majas dan Pragmatik yang berfokus pada teori Maksim Leech dan Presuposisi. Dari hasil analisis data tersebut diperoleh kesimpulan dari masing-masing aspek kebahasaan. Pertama dari segi Sintaks ada 50% kompetitor yang meniru struktur dan pola Sintaksis slogan pesaingnya. Jadi kompetitor membuat slogan dengan susunan yang sangat mirip dan hanya mengubah satu atau dua kata saja di dalam slogan. Kedua dari analisis Semantik aspek Majas ditemukan majas Sinekdok Simile Elipsis Hiperbola Metafora Oksimoron dan Ironi. Frekuensi Majas terbanyak adalah Sinekdok. Ketiga dari Pragmatik diperoleh pelanggaran Maksim Leech yaitu pada tipe Maksim Kerendahan Hati (Modesty) Pujian (Approbation) dan Kesepakatan (Agreement). Selain itu dari segi Presuposisi ditemukan tipe Eksistensial dan Faktif