Skripsi
The representation of social alienation and commodity fetishism in the film Trainspotting / Satrio Pangarso Wisanggeni
Abstrak
ABSTRAK Wisanggeni Satrio Pangarso. 2016. The Representation of Social Alienation and Commodity Fetishism in the Film Trainspotting. Skripsi Jurusan Sastra Inggris Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Inayatul Fariha (II) Kukuh Prayitno Subagyo. Kata kunci social alienation drug abuse commodity fetishism film studies trainspotting Marxist capitalism Sebuah penelitian tentang representasi alienasi sosial dalam sebuah karya sastra telah dilakukan tanpa mengaitkan studi akan representasi fetisisme terhadap komoditas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperluas kajian akan kedua hal ini dengan menggabungkan analisis alienasi social dan fetisisme terhadap komoditas dalam karya sastra. Dalam penelitian ini definisi alienasi sosial dalam bidang sosiologi sebuah kondisi dalam hubungan social yang mencerminkan rendahnya integrasi atau persamaan nilai-nilai yang dianut dan besarnya isolasi antara individu dan kelompok di dalam sebuah kommunitas digunakan untuk mendiskusikan tindakan karakter utama Mark Renton yang memisahkan dirinya dari masyarakat untuk membuat pernyataan penolakan kapitalisme dengan cara menggunakan obta-obatan terlarang. Lalu definisi alienasi social yang dicetuskan oleh para penganut Marxisme kondisi dimana manusia telah diasingkan dari esensi dirinya digunakan untuk menganalisa bagaimana kapitalisme mencekal diri Mark Renton termasuk membuktikan bahwa ia benar-benar tidak memiliki kontrol dalam penggunaan obat-obat terlarangnya. Analisa fetisisme terhadap komoditas kemudian digunakan untuk memberikan penjelasan tentang bagaiama alienasi social ini dapat terjadi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa karakter utama dalam film ini Mark Renton tidak pernah benar-benar menolak kapitalisme karena ia tanpa sadar mendasarkan pernyataan-pernyataan penolakan terhadap kapitalismenya pada konsep fetisisme komoditas menyatakan bahwa kepemilikan material adalah jalan hidup yang harus dimiliki oleh semua orang.