Skripsi
Conveying emotions without saying anything: emoticons in instant messaging / Rega Yorgy Bethoven
Abstrak
ABSTRAK Bethoven R.Y 2016. Conveying Emotions without Saying Anything Emoticons in Instant Messaging. Skripsi. JurusanBahasadanSastraInggris FakultasSastra UniversitasNegeri Malang. Pembimbing (I)Dr. Suharyadi S.Pd M.Pd. danPembimbing (II) Prof. Dr. Yazid Basthomi M.A. Kata Kunci Emoticon menyampaikan emosi pada layanan pesan instan Para pengguna pesan instan atau komunikasi berbasis komputer dimana mereka menggunakan teks sebagai alat komunikasi utama emoticon dianggap sebagai alat yang sangat membantu. Penggunaan emoticon pada layanan pesan instan memegang peran penting yang dapat bertindak sebagai isyarat non-verbal seperti saat kita berkomunikasi langsung secara tatap muka. Penelitian ini membahas penggunaan emoticon di LINE sebagai salah satu layanan pesan instan paling populer. Pendekatan deskriptif kualitatif dipilih oleh peneliti untuk menjawab pertanyaan dalam penelitian ini. Peneliti sebagai instrumen utama memerlukan smartphone sebagai instrumen pendukung. Berbagai pesan teks dari grup LINE penulis menjadi sumber data utama selama terdapata penggunaan emoticon dalam pesan mereka untuk dianalisis. Peneliti mengumpulkan 135 sampel pesan dengan penggunaan emoticon di dalamnya dari Agustus 2015 sampai Maret 2016. Para pengguna menggunakan emoticon dalam pesan untuk berbagai tujuan seperti teori yang disampaikan oleh Dressner dan Herring. Yang pertama adalah untuk menyampaikan emosi seperti senang sedih takut dan lain-lain. Kedua untuk memberikan makna non-emosional seperti mengedipkan mata untuk menunjukkan niat bercanda. Yang ketiga sebagai indikator ilokusi. Tujuan utama dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui fungsi dominan dalam penggunaan emoticon. Temuan menunjukkan fungsi pertama yaitu menyampaikan emosi sebagai fungsi dominan. Sebagian besar pengguna mengggunakan emoticon untuk menyampaikan emosi mereka kepada penerima. Penggunaan emoticon juga memperkaya konteks pesan dalam prosesnya. Menariknya peneliti menemukan kemiripan antara cuneiform dari bahasa Sumeria dengan emoticon modern. Selain itu peneliti juga menemukan permintaan atau perintah dalam pesan dengan emoticon sedih dari pengirim ke penerima. Kesimpulannya penelitian menunjukkan bahwa penggunaan emoticon dalam LINE sebagian besar adalah untuk menunjukkan emosi pengirim terhadap penerima. Menariknya pada umumnya selalu terdapat permintaan atau perintah dalam pesan yang menggunakan emoticon sedih. Saran yang dapat diberikan penulis untuk penelitian di masa depan adalah menyelidiki penggunaan emoticon ini merupakan fenomena bahasaa sesaat atau akan tetap hidup seiring waktu berlalu. Ada kemungkinan bahwa tren penggunaan emoticon ini akan berubah atau terhapus di masa depan.