Skripsi
Pengembangan kurikulum muatan lokal kerajinan tikar mendong untuk siswa kelas V MI Tahfid Hidayatul Muttaqin Wajak Kabupaten Malang / Arobiurrosyid Alfiyahfi
Abstrak
ABSTRAK Aliyahfi Arobiurrosyid. 2016. Pengembangan Kurikulum Muatan Lokal Kerajinan Tikar Mendong Untuk Siswa Kelas V MI Tahfid Hidayatul Muttaqin Wajak Kabupaten Malang. Skripsi Jurusan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. A.J.E. Toenlioe M. Pd. (II) Dr. Sulthoni M.Pd. Kata Kunci Pengembangan Kurikulum Muatan Lokal Kerajinan Tikar Mendong Indonesia merupakan negara berkembang dengan perekonomian masih di ambang batas rata-rata. Seharusnya dengan potensi dan kekayaan alam yang dimiliki mampu meningkatkan perekomonian negara. Dalam pemanfaatan potensi yang ada di setiap daerah masih belum dimaksimalkan. Dengan memaksimalkan potensi yang ada di masing-masing daerah akan dapat membantu perekonomian dan pembangunan negara. Maka dari itu perlu adanya upaya dalam pemanfaatan potensi daerah salah satunya melalui pendidikan. Yaitu membelajarkan dan membekali pengetahuan tentang potensi daerahnya melalui pendidikan dengan menyusun kurikulum muatan lokal. Pada pengembangan kurikulum muatan lokal ini mengambil potensi daerah wajak yaitu kerajinan tikar mendong. Tujuan dari pengembangan ini mengembangkan kurikulum muatan lokal kerajinan tikar mendong yang menjadi tolak ukur untuk mengajarkan cara pembuatan tikar mendong kepada siswa MI sehingga dapat menjaga kelestarian kerajinan lokal daerah serta mampu meningkatkan perekonomian dan pembangunan daerah melalui pemberdayaan potensi daerah. Penelitian ini menggunakan model pengembangan kurikulum Beauchamp s System Model. Subjek penelitian pengembangan ini adalah MI Tahfid Hidayatul Muttaqin Wajak. Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif (instrumen ahli kurikulum ahli materi) dan kualitatif (observasi dan wawancara). Hasil Pengembangan kurikulum muatan lokal kerajinan tikar mendong dinyatakan Valid. Dengan hasil yang telah divalidasikan kepada ahli kurikulum yaitu waka kurikulum dari pihak sekolah sebesar 86 67%. Untuk materi kurikulum muatan lokal divalidasikan kepada ahli materi yang merupakan pengrajin tikar mendong dengan memperoleh persentase kelayakan mencapai 83 33%. Hal ini menyatakan bahwa kurikulum muatan lokal kerajinan tikar mendong telah layak untuk diterapkan dan dikembangkan di sekolah-sekolah yang ada didaerah Wajak. Pengembangan kurikulum muatan lokal kerajinan tikar mendong ini merupakan salah satu upaya dan terobosan dalam pemberdayaan potensi daerah melalui pendidikan dengan mengajarkan kerajinan tikar mendong dalam sebuah pembelajaran muatan lokal di sekolah.