Skripsi
Pengembangan multimedia pembelajaran berbasis flash, animasi, dan video pada kompetensi kejuruan dasar pengecoran logam untuk siswa kelas X SMK / Bagus Indra Yudayana
Abstrak
ABSTRAK Yudayana Bagus Indra. 2015. Pengembangan Multimedia Pembelajaran BerbasisFlash Video dan Animasi pada Kompetensi Kejuruan DasarPengecoran Logam untuk Siswa Kelas X SMK. Skripsi. Program Studi PendidikanTeknik Mesin Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik UniversitasNegeri Malang.Pembimbing (I) Tuwoso Dr. M.P.(II) PututMurdanto H. Drs. S.T. M.T. Kata Kunci Pengembangan Bahan Ajar Pengecoran Multimedia Materi pengecoran yang terdapat pada kompetensi kejuruan dasar diberikan kepada siswa kelas X Sekolah Menengah Kejuruan jurusan Teknik Pemesinan. Materi pengecoran ini termasuk dalam kompetensi dasar menjelaskan pembuatan dan pengolahan logam. Di dalam menyampaikan materi pengecoran LKS merupakan sarana pendukung yang digunakan dimana keseluruhan pembelajarannya hanya merupakan pelajaran teori tanpa melakukan praktik.Pengembangan ini bertujuan (1) Menghasilkan media pembelajaran berbasis flash animasi dan video kompetensi kejuruan dasar pengecoran logam untuk siswa kelas X SMK sesuai dengan struktur isi kompetensi (2) Mengetahui tingkat kelayakan media pembelajaran berbasis flash animasi dan video kompetensi kejuruan dasar pengecoran logam untuk siswa kelas X SMK melalui validasi ahli media ahli materi dan uji kelompok kecil yang berkompeten Metodepenelitian dan pengembangan menggunakan model pengembangan Borg and Gall yang menjadi pedoman pengembangan produk. menjelaskan sepuluh langkah penelitian pengembanganyang akan dijadikan pedoman dalam penelitian dan pengembangan Borg and Gall yaitu (1) tahappenelitiandanpengumpulaninformasiawal (2) perencanaan (3) pengembanganformat produk awal (4) ujicoba awal (5) revisi produk (6) uji coba lapangan (7) revisi produk (8) uji lapangan (9) revisi produk akhir dan (10) desiminasi dan implementas. Hasil produk media yang dikembangkan berbentuk software CD interaktif pada materi pengecoran. Data yang diperoleh berupa data kuantitatif yang diperoleh dari hasil penskoran yang kemudian diterjemahkan persentase kevalidtannya hasilvalidasi kelayakan media pembelajaran ini menunjukkan hasil yang valid denganskor sebagai berikut (1) Validasi ahli media sebesar 82% (2) Validasi ahli materi sebesar 81% (3) Uji coba perseorangan sebesar 91% dan (4) Uji cobakelompok kecil sebesar 88%.