Skripsi
Persepsi peserta latihan terhadap pelaksanaan pelatihan tata kecantikan rambut (studi kasus di Lembaga Kursus dan Pelatihan \"Juwita\" Malang / Rifta Zuni R.N
Abstrak
ABSTRAK R.N Rifta Zuni. 2016. Persepsi Peserta Pelatihan terhadap Pelaksanaan Pelatihan Tata Kecantikan Rambut (Studi Kasus di Lembaga Kursus dan Pelatihan Juwita Malang). Skripsi. Jurusan Pendidikan Luar Sekolah. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. H. Moh. Ishom Ihsan M.Pd. (2) Sopingi S.Sos M.Pd Kata Kunci persepsi peserta pelaksanaan pelatihan pelatihan tata kecantikan rambut Pelatihan merupakan salah satu kegiatan dalam rangka memberdayakan masyarakat khususnya untuk meningkatkan pengetahuan sikap dan keterampilan masyarakat agar dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Persepsi peserta pelatihan tentang pelaksanaan pelatihan tata kecantikan rambut dalam penelitian ini adalah pandangan atau penilaian peserta tentang pelaksanaan pelatihan tata kecantikan rambut dilihat dari unsur dan komponen yang mendukung dalam pelaksanaan pelatihan tata kecantikan rambut yang diselenggarakan oleh LKP Juwita Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi peserta pelatihan tentang unsur-unsur yang mendukung pelaksanaan pelatihan tata kecantikan rambut yaitu (1) kurikulum pelatihan (2) metode pelatihan (3) media pelatihan (4) instruktur pelatihan 5) tempat pelatihan (6) waktu pelatihan (7) dan evaluasi pelatihan Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Sumber datanya adalah pihak pengelola LKP Juwita dan peserta pelatihan tata kecantikan rambut. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara observasi dan dokumentasi. Uji keabsahan data dilakukan dengan triangulasi data. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap reduksi data penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data tersebut diperoleh tujuh simpulan hasil temuan penelitian yaitu sebagai berikut. Pertama materi yang diberikan pada pelatihan tata kecantikan rambut sudah sesuai dengan kebutuhan peserta pelatihan. Kedua metode yang digunakan dalam pelatihan tata kecantikan rambut adalah metode ceramah dan metode praktik. Ketiga media dan alat yang disediakan oleh lembaga sudah mencakup kebutuhan peserta dalam pelaksanaan pelatihan tata kecantikan rambut. Keempat instruktur yang dipilih dalam pelatihan tata kecantikan ini adalah instruktur yang kompeten di bidangnya. Kelima tempat yang digunakan dalam pelatihan tata kecantikan merupakan tempat yang nyaman dan layak untuk digunakan. Keenam waktu pelatihan sudah terlaksana sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan. Ketujuh evaluasi yang digunakan sudah sesuai dan menunjang kebutuhan peserta. Saran meskipun penerapan unsur-unsur dalam pelaksanaan tata kecantikan rambut sudah memadai namun masih ada beberapa hal yang perlu di perhatikan lagi agar dalam pelaksanaan pelatihan selanjutnya akan semakin baik yaitu LKP Juwita perlu memperhatikan pemilihan dan penggunaan media oleh instruktur. Sebaiknya waktu pertemuan pada setiap minggunya bisa ditambah.