Skripsi
Pengembangan instrumen diagnostik three tier untuk mengidentifikasi miskonsepsi gerak pada siswa SMP / Fia Maulida Wiyono
Abstrak
ABSTRAK Wiyono Fia Maulida. 2016. Pengembangan Instrumen Diagnostik Three Tier untuk Mengidentifikasi Miskonsepsi Gerak pada Siswa SMP. Skripsi Program Studi Pendidikan IPA Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Sugiyanto S.Pd. M.Si. (2) Erni Yulianti S.Pd. M.Pd. Kata Kunci instrumen diagnostik three tier miskonsepsi gerak. Penilaian hasil belajar bertujuan untuk mengetahui dan memperbaiki pencapaian kompetensi siswa. Hasil penilaian yang dilakukan oleh guru faktanya masih belum melihat kekurangan atau kesulitan yang dialami siswa. Siswa sering kesulitan dalam memahami konsep fisika yang abstrak seperti pada materi gerak. Ketidakpahaman siswa jika tidak diperbaiki akan tergabung menjadi struktur kognitif yang terpadu dan mengganggu pembelajaran selanjutnya. Konsepsi siswa yang tidak sesuai dengan pandangan masyarakat ilmiah dan digunakan secara konsisten disebut dengan miskonsepsi. Instrumen diagnostik three tier dianggap paling handal sebagai alat penilaian untuk mengidentifikasi miskonsepsi yang dialami siswa. Instrumen diagnostik three tier dapat menentukan proporsi miskonsepsi siswa dengan membedakan antara miskonsepsi dengan pemahaman konsepsi lemah melalui tingkat keyakinan di tier ketiga.Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian pengembangan dan pengujian instrumen diagnostik three tier untuk mengidentifikasi miskonsepsi gerak pada siswa SMP. Penelitian pengembangan menggunakan metode Research and Development (R D) dengan model 4-D yaitu tahap pendefinisian tahap perancangan dan tahap pengembangan tanpa menggunakan tahap penyebaran. Produk instrumen diagnostik three tier menggunakan materi pada KD 3.1 Kurikulum 2013 yangdikembangkan dari intrumen pilihan ganda alasan terbuka. Instrumen pilihan ganda alasan terbuka diujikansebanyak 4 kelas di salah satu SMP di Singosari untuk menjaring jawaban siswa. Pilihan jawaban yang diberikan siswa dianalisis untuk digunakan sebagai alternatif pilihan jawaban dan alasan di produk instrumen diagnostik three tier. Subjek uji coba produk instrumen diagnostik three tier adalah siswa kelas 8 SMP Kota Malang.Hasil uji coba dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Produk yang dihasilkan dinyatakan valid dan layak untuk mengidentifikasi miskonsepsi dilihat dari segi ranah materi konstruksi dan bahasa menurut penilaian validator ahli. Hal ini ditunjukkan dari penilaian rata-rata 33 butir soal dari ranah materi kesesuaian butir soal konstruksi dan bahasa sebesar 83% yang berada dalam kategori valid dan sangat layak. Sedangkan hasil penilaian materi kebenaran konsepsi didapat 8 butir soal yang belum tepat. Butir soal yang belum tepat secara konsep telah mengalami perbaikan berdasarkan masukan dari validator ahli.