Skripsi
Pengembangan instrumen tes diagnostik two-tier untuk mengindentifikasi miskonsepsi siswa SMP pada materi interaksi makhluk hidup dengan lingkungan / Gilda Ayu Ross Pitaloka
Abstrak
ABSTRAK Pitaloka Gilda Ayu Ross. 2016. Pengembangan Instrumen Tes Diagnostik Two-Tier untuk Mengidentifikasi Miskonsepsi Siswa SMP pada Materi Interaksi Makhluk Hidup dengan Lingkungan. Skripsi Program Studi Pendidikan IPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Prayitno M.Pd. (II) Novida Pratiwi S.Si. M.Sc. Kata Kunci instrumen tes diagnostik two-tier miskonsepsi interaksi makhluk hidup dengan lingkungan. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan ilmu pengetahuan yang berisi fakta konsep hukum dan teori. Sebagian besar konsep IPA bersifat abstrak sehingga sebagian besar siswa kesulitan memahaminya dan mengakibatkan terjadinya miskonsepsi. Miskonsepsi sulit diubah dan dapat mengakibatkan penurunan efektivitas pembelajaran dan hasil belajar. Salah satu materi yang mengalami miskonsepsi adalah Interaksi Makhluk Hidup dengan Lingkungan. Salah satu tindakan yang diperlukan untuk mengatasi miskonsepsi adalah dengan mengidentifikasi miskonsepsi tersebut melalui tes diagnostik two-tier. Instrumen tes yang dikembangkan adalah instrument tes diagnostik two-tier pada materi Interaksi Makhluk Hidup dengan Lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengidentifikasi miskonsepsi pada materi Interaksi Makhluk Hidup dengan Lingkungan. Model penelitian ini menggunakan model four-D Thiagarajan. Langkah-langkah penelitian tersebut yaitu (1) menganalisa konsep pada materi Interaksi Makhluk Hidup dengan Lingkungan pada KD 3.8 3.9 dan 3.10 (2) mendesain dan mengembangkan instrumen tes pilihan ganda beralasan terbuka serta mengujicobakan ke siswa untuk menjaring jawaban siswa (3) mengembangkan instrumen tes pilihan ganda beralasan bebas menjadi instrumen tes two-tier dan (4) melakukan validasi ahli serta uji kelayakan instrumen two-tier untuk mengetahui validitas dan reliabilitas butir soal. Subyek coba dalam penelitian ini adalah 91 siswa di salah satu SMP di kota Malang. Hasil penelitian adalah sebagai berikut (1) sebanyak 22 soal dinyatakan valid dengan reliabilitas sebesar 0 726 dan (2) hasil identifikasi miskonsepsi pada materi Interaksi Makhluk Hidup dengan Lingkungan menunjukkan bahwa siswa mengalami 9 macam miskonsepsi diantaranya adalah (a) bagian tumbuhan yang sudah jatuh merupakan komponen biotik (41%) (b) energi terendah pada piramida makanan dimiliki oleh tropik terendah yang merupakan produsen (59%) (c) jumlah individu berkurang pada setiap tropiknya menyebabkan tropik tertinggi memiliki energi terendah (20%) (d) energi terendah pada sebuah rantai makanan dimiliki oleh produsen (48%) (e) konsumen tertinggi pada sebuah rantai makanan memiliki energi tertinggi karena mengakumulasikan energi pada rantai makanan (28%) dan (f) semua organisme konsumen tingkat 2 dapat memakan organisme konsumen tingkat 1 (35%).