Skripsi
Validating the latent factor structures of the English national examination 2015 for the Vocational High Schools / Nur Na\'imah
Abstrak
ABSTRAK Na imah Nur. 2016. Validitas Struktur Faktor Tersembunyi pada Ujian Nasional Bahasa Inggris Tahun 2015 untuk Sekolah Menengah Kejuruan. Skripsi Jurusan Bahasa Inggris Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. Gunadi Harry Sulistyo M.A. (II) Dr. Enny Irawaty M.Pd. Kata Kunci validitas konstruk ujian nasional bahasa inggris kisi-kisi soal ujian tes membaca tes menulis Validitas merupakan salah satu syarat yang harus dimiliki untuk menjadi tes yang baik. Sebuah test dikatakan valid apabila test tersebut benar-benar mengukur apa yang seharusnya diukur. Terdapat beberapa tipe validitas dalam ranah penilian satu diantaranya yaitu validitas konstruk. Validitas construct menjadi fokus utama dalam penelitian ini. Oleh sebab itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji validitas construct pada Ujian Nasional Bahasa Inggris tahun 2015 untuk sekolah menengah kejuruan tahun dengan mengupayakan penganaisaan terhadap proses pengembangan SKL menjadi kisi-kisi dan butir-butir soal membaca dan menulis serta menganalisa validitas konstruk yang berlandaskan pada hasil empiris dan juga reliabilitas theta dari test tersebut. Metode quantitative diterapkan dalam penelitian ini dengan menghitung data-data dalam bentuk angka. Data diperoleh berasal dari 784 responden yang keseluruhannya merupakan siswa-siswi kelas tiga dari SMK Negeri 4 dan SMK Negeri 11 Malang direkrut sebagai populasi yang dapat diakses dalam pengujian ulang Ujian asiona Bahasa Inggris 2015 untuk sekolah menengah kejuruan. Data yang didapat digunakan untuk mengevaluasi proses pengembangan dari SKL menjadi kisi-isi soal dan butir-butir tes membaca dan menulis yang didapatkan dari BSNP sebagai badan yang melaksanakan perencanaan pelaksanaan dan pengawasan pendidikan di Indonesia serta Balitbang-KEMENDIKBUD sebagai lembaga yang melaksanakan penelitian dan pengembangan pendidikan. Data-Data tersebut digunakan umtuk menguji validitas konstruk dan reliabilitas theta dengan mengumpulkan hasil dari proses pengujian ulang ujian nasional bahasa inggris yang mana berasal dari populasi yang bisa diakses. Dalam hal ini analisis faktor konfirmatori diterapkan untuk menentukan butir-butir soal mana yang benar-benar mengukur faktor butir soal secara konsisten dengan membandingkan antara butir soal yang mengukur faktor berdasarkan teori yang tertera pada kisi-kisi soal dan butir soal yang mengukur faktor setelah proses ekstrasi dan rotasi. Reliabilitas theta menunjukkan kestabilan dari test tersebut dengan menghitung secara manual menggunakan rumus dari Carmines dan Zeller. Melalui proses pengembangan dari SKL menjadi kisi-kisi soal dan butir-butir soal membaca dan menulis terdapat 8 faktor terbentuk dari proses tersebut. Proses pengembangan menghasilkan apakah antara indikator yang terdapat dalam kisi-kisi soal dan butir-butir soal membaca dan menulis sudah menunjukan kesesuaian. Kedelapan faktor tersebut adalah kata salah informasi tersirat informasi tertentu informasi rinci gambaran umum makan kata melengkapi dialog and teks rumpang. Akan tetapi hanya 6 faktor tersisa setelah melalui proses ekstrasi dan rotasi yang mana kedua faktor yang terbuang adalah informasi tertentu and informasi rinci. Sebanyak 35 butir soal didistribusikan pada 6 faktor yang telah melalui proses ekstrasi dan rotasi. Dari hasil proses pengembangan SKL menjadi kisi-kisi soal keseluruhan cocok. Akan tetapi kesesuaian antara kisi-kisi soal dan butir-butir soal mengalami ketidakcocokan dikarenakan adanya salah saatau jenis teks yang tidak tertera dalam butir soal. Berdasarkan hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa ada 16 butir soal atau sekitar 46% dari 35 butir soal yang secara konsisten mengukur 6 faktor yang telah terbentuk. Dan sekitar 54% dari butir-butir soal terbuang dikarenakan ketidakkonsistenan butir soal terhadap faktor. Reliabilitas theta menghasilkan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan koeficien alfa yang mana (.856 .810) yang diinterpretasikan bahwa test tersebut memiliki reliabilitas yang baik pada pengujian ulang. Kesimpulan yang bisa diambil dari hasil penelitian adalah bahwa tes membaca dan menulis pada Ujian Nasional Bahasa Inggris 2015 untuk sekolah menengah kejuruan kekurangan dalam hal validitas isi dan validitas konstruk dengan bukti yang ditunjukkan yaitu ketidaksesuaian yang terjadi dalam proses pengembangan kisi-kisi soal menjadi butir-butir soal membaca dan menulis. Secara empiris bahwa hasil yang ditunjukkan yaitu 46% yang maan test tersebut dikategorikan maih termasuk tes yang baik. Walaupun test tersebut masih lemah akan validitas konstruk karena hasil yang didapatkan tidak mencapai setengah dari test yang digunakan untuk mengukur kemampuan siswa dalam membaca dan menulis. Hasil dari reliabilitas theta menunjukkan hasil (.856) yang berarti bahwa tes tersebut memiliki reliabilitas yang baik melihat dari standar untuk memiliki reliabilitas yang baik adalah tidak dibawah skor .80. Ujian Nasional dianggap sebagai test yang memiliki resiko tinggi yang berarti bahwa hasil dari tes tersebut seharusnya mencapai pada level yang baik sehingga bisa dikatakan bahwa tes tersebuat merupakan tes yang baik karena hal tersebut mempengaruhi banyak aspek dan pihak-pihak pendidikan terkait. Oleh sebab itu tes tersebut sebaiknya perlu dilakukan peninjauan ulang untuk meningkatkan validitas dengan meningkatkan kualitas butir soal dan memastikan bahwa indikator terealisasikan dengan baik ke dalam butir-butir soal membaca dan menulis yang diteskan.