Skripsi
Analisis pengaruh variasi temperatur pengecoran HPDC terhadap tingkat ketangguhan paduan Al Si - Cu / Muhammad Ilham Aryakusuma Assaat
Abstrak
ABSTRAK Assaat Muhammad Ilham Aryakusuma. 2016. Analisis Pengaruh Variasi Temperatur Pengecoran HPDC Terhadap Tingkat Ketangguhan Al-Si Cu. Skripsi Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Rr. Poppy Puspitasari S.Pd. M.T. Ph.D. (II) Drs. H. Putut Murdanto S.T. M.T. Kata kunci Pengecoran HPDC (High Pressure Die Casting) temperatur tuang ketangguhan bahan Pengecoran merupakan proses pembentukan dari bahan logam. Ada beberapa proses yang diperlukan untuk mencapai hasil yang diinginkan. Seiring perkembangan zaman yang semakin moderen jenis pengecoran yang dikembangkan juga semakin bervariasi. Salah satu jenis pengecoran yang banyak digunakan pada pabrik-pabrik pengecoran logam dan besi ialah jenis pengecoran High Pressure Die Casting (HPDC). Alasan pemakaian cetakan logam sebagai pengganti cetakan pasir ialah karena kebutuhan dunia industri terhadap logam dan besi begitu banyak sehingga estimasi waktu dan kualitascoran menjadi keunggulan tersendiri pada pengecoran HPDC ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh temperatur tuang dengan bahan paduan aluminium-tembaga pada pengecoran HPDC terhadap tingkat ketangguhan hasil coran. Selain itu juga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan yang ada pada hasil coran dan melihat bentuk patahan dari pengujian ketangguhan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental yang melihat hasil dari sebuah perlakuan terhadap suatu kelompok spesimen. Setelah diberikan perlakuan spesimen akan dianalisa dimulai dari pelepasan hasil coran dari cetakan logam pengujian ketangguhan (impact test) pada setiap spesimen dan juga foto mikro untuk melihat struktur yang terkandung pada hasil coran. Selain itu dilakukan pula analisa bentuk patahan yang terjadi setelah pengujian ketangguhan. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dari uji ketangguhan bahan paduan aluminium-tembaga menunjukan spesimen temperatur tuang 900 730 C pada pengecoran HPDC memiliki nilai ketangguhan tertinggi yaitu sebesar 0 079 Joule/mm2 hasil ini diperkuat juga oleh bentuk patahan saat uji ketangguhan dimana bentuk patahan yang terjadi pada spesimen ini merupakan bentuk patahan yang sangat getas. Adapun data yang hasil kualitas yang dang diperoleh saat foto mikro menunjukan bahwa spesimen temperatur tuang 900 730 C memiliki kandungan aluminum dan tembaga yang terlihat lebih solid dan lebih menyatu dengan struktur yang lainnya.