Skripsi
Pengembangan modul IPA terpadu materi sistem pencernaan makanan pada manusia untuk siswa SMP/MTs kelas VIII / Alif Nur Hasanah
Abstrak
ABSTRAK Hasanah Alif Nur. 2016. Pengembangan Modul IPA Terpadu Materi Sistem Pencernaan Makanan pada Manusia untuk Siswa SMP/MTs Kelas VIII. Skripsi Program Studi S1 Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Susilowati M.S. (II) Safwatun Nida S.Si. M.Pd. Kata Kunci Modul IPA Terpadu Pendekatan Saintifik Sistem Pencernaan Makanan pada Manusia. Kurikulum 2013 dirancang menggunakan pendekatan saintifik dan mengajarkan IPA di tingkat SMP/MTs secara terpadu sehingga dalam pelaksanaannya diperlukan bahan ajar untuk mendukung proses pembelajaran. Bahan ajar yang digunakan harus memenuhi kriteria bahan ajar sesuai dengan kurikulum 2013 sehingga siswa mampu memahami materi dengan baik. Hasil wawancara di MTs Negeri Malang II menunjukkan bahwa bahan ajar yang digunakan siswa kelas VIII belum memenuhi kriteria kurikulum 2013 masih kurang bervariasi penyajian materinya kurang menarik dan jenisnya terbatas. Salah satu cara yang ditempuh yakni dengan mengembangkan suatu bahan ajar berbentuk modul IPA terpadu untuk meningkatkan motivasi siswa dalam mempelajari IPA. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul IPA terpadu materi Sistem Pencernaan Makanan pada Manusia yang layak untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan desain penelitian 4-D Thiagarajan dengan mengambil tiga langkah awal yakni pendefinisian (define) perancangan (design) dan pengembangan (develop). Instrumen yang digunakan berupa angket validasi produk dan angket uji keterbacaan. Kelayakan diukur dengan penilaian oleh ahli (satu dosen IPA UM dan satu guru IPA MTs Negeri Malang II) serta uji keterbacaan oleh pengguna modul (dua puluh dua siswa di MTs Negeri Malang II). Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini adalah teknik analisis deskriptif kualitatif dan teknik analisis kuantitatif berupa persentase. Hasil validasi dan uji keterbacaan menunjukkan bahwa modul IPA terpadu termasuk dalam kategori sangat layak. Kelayakan modul dapat dilihat dari persentase rata-rata modul berdasarkan penilaian ahli (1) aspek kebenaran konsep sebesar 93 75% (2) aspek isi dan desain petunjuk guru sebesar 91 53% (3) aspek isi dan desain modul siswa sebesar 94 31% dan (4) aspek kebahasaan sebesar 90 96%. Dari keterbacaan siswa diperoleh persentase rata-rata sebesar 86 55%. Kelebihan modul IPA terpadu hasil penelitian dan pengembangan adalah menggunakan pendekatan saintifik sesuai dengan kurikulum 2013 menggunakan model Connected yang mengaitkan materi dari aspek kajian Biologi Fisika dan Kimia serta mengaitkan materi sistem pencernaan dengan sistem pernapasan peredaran darah dan penggunaan energi makanan.