Skripsi
Pengembangan instrumen tes diagnostik two-tier untuk mengidentifikasi miskonsepsi siswa SMP kelas VIII pada materi sistem transportasi dan respirasi / Yunia Kartikawati Subagiyo
Abstrak
ABSTRAK Subagiyo Y. K. 2016. Pengembangan Instrumen Tes Diagnostik Two-Tier untuk Mengidentifikasi Miskonsepsi Siswa SMP Kelas VIII pada Materi Sistem Transportasi dan Respirasi. Skripsi Program Studi Pendidikan IPA Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Prayitno M. Pd (II) Metri Dian Insani S. Si M. Pd Kata-kata Kunci miskonsepsi two-tier transportasi respirasi IPA sebagai produk ilmiah terdiri dari sekumpulan pengetahuan dan konsep.Sebagian besar konsep IPA bersifat abstrak sehingga sulit untuk dipahami siswa dan dapat menimbulkan miskonsepsi. Miskonsepsi adalah konsep yang tidak sesuai dengan pandangan komunitas ilmiah. Salah satu materi IPA yang sulit dipahami dan sering mengalami miskonsepsi adalah sistem transportasi dan respirasi. Miskonsepsi yang dialami oleh siswa sulit untuk dihilangkan dan akan menetap pada diri siswa sepanjang hidupnya oleh karena itu miskonsepsi pada siswa perlu dibenahi. Salah satu cara untuk mengetahui pemahaman siswa adalah menggunakan tes diagnostik two-tier yakni tes pilihan ganda dengan dua tahap pemilihan jawaban. Tahap pertama merupakan pilihan jawaban dari pertanyaan sedangkan tahapan kedua adalah alasan yang mungkin dari jawaban pada tahap pertama. Tes jenis ini dapat mengidentifikasi miskonsepsi siswa dengan lebih baik dibandingkan dengan tes pilihan ganda biasa. Hal itu dikarenakantwo-tier test mengharuskan siswa untuk menjawab dua tahapan sekaligus.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen tes diagnostik two-tier dan mengidentifikasi miskonsepsi siswa pada materi sistem transportasi dan respirasi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode RND dengan modifikasi model 4D Thiagarajan. Langkah-langkahnya sebagai berikut (1) menganalisis konsep pada KD 3.8 pokok bahasan tekanan zat cair (2) mengembangkan soal pilihan ganda beralasan bebas (3) mengembangkan soal diagnostik two-tier dan (4) melakukan validasi ahli serta uji coba soal untuk mengetahui validitas dan reliabilitasnya. Sebagai subjek penelitian terdiri dari 107 siswa. Hasil penelitian yang dilakukan adalah sebagai berikut (1) diperoleh 48 butir soal valid dengan reliabitas 0 735 (2) hasil identifikasi miskonsepsi diperoleh 18 miskonsepsi pada materi sistem transportasi dan respirasi diantaranya (a) jika suatu benda dicelupkan ke dalam zat cair maka massanya akan berkurang (75%) (b) jika konsentrasi air di tanah lebih tinggi daripada di dalam akar maka air akan masuk ke dalam akar melalui proses difusi (72%) (c) luka pada pembuluh arteri menyebabkan darah merembes karena tekanan darah dalam pembuluh arteri rendah (61%) (d) osmosis terjadi pada saat molekul-molekul pelarut berpindah dari larutan yang berkonsentrasi rendah ke larutan yang berkonsentrasi tinggi sampai konsentrasi kedua pelarut setimbang (61%) (e) pada saat terjadi ekspirasi otot diafragma akan berkontraksi tulang rusuk terangkat dan volume rongga dada meningkat (48%).