Skripsi
Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) dalam pembelajaran IPA model learning cycle 5E untuk SMP kelas VII / Lailatul Afiyah
Abstrak
ABSTRAK Afiyah Lailatul. 2016.Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) dalam Pembelajaran IPA Model Learning Cycle 5E untuk SMP Kelas VII. Skripsi Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Sugiyanto S.Pd M.Si (II) Erni Yulianti S.Pd M.Pd. Kata Kunci Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) Learning Cycle 5E. Pelaksanaan pembelajaran akan lebih efektif apabila ditunjang dengan adanya bahan ajar yang sesuai. Berdasarkan hasil observasi diketahui bahwa bahan ajar yang banyak digunakan di sekolah berupa Lembar Kerja Siswa (LKS) tetapi LKS tersebut belum sesuai dengan apa yang dibutuhkan siswa. Salah satu permasalahan yang terjadi adalah guru melakukanpembelajaran dengan menggunakan model Learning Cycle 5E tetapi LKS yang digunakan tidak sesuai dengan model pembelajaran tersebut. Dengan demikian LKS kurang bisa memandu siswa dalam melakukan pembelajaran. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian pengembangan bahan ajar berupa LKS yang mampu memberi solusi untuk permasalahan tersebut. Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah untuk menghasilkan LKS dalam pembelajaran IPA model Learning Cycle 5Euntuk SMP kelas VII layak. Penelitian pengembangan ini menggunakan model Thiagarajan yang terdiri dari empat tahapan yang dikenal dengan model 4-D (four D Model). Keempat tahap tersebut adalah tahap pendefinisian (define) tahap perancangan (design) tahap pengembangan (develop) dan tahap penyebaran (disseminate). Penelitian pengembangan ini hanya melaksanakan tahapan 1-3 saja. Produk hasil pengembangan diuji coba melalui proses validasi dan uji keterbacaan terbatas. Validasi dilakukan oleh 1 dosen IPA sedangkan uji keterbacaan terbatas dilakukan oleh 1 guru IPA SMP dan 10 siswa SMP kelas VII. Instrumen pengumpulan data berupa angket dengan skala Likert serta lembar komentar dan saran. Jenis data yang diperoleh adalah data kualitatif dan kuantitatif. Teknik analisa data yang digunakan adalah dengan menghitung nilai rata-rata. Berdasarkan hasil validasi kelayakan umum diperoleh nilai sebesar 3 95 dengan kriteria sangat layak hasil validasi kelayakan khusus diperoleh nilai sebesar 4 00 dengan kriteria sangat layak hasil uji keterbacaan terbatas oleh guru diperoleh nilai sebesar 3 90 dengan kriteria sangat layak dan uji keterbacaan terbatas oleh siswa diperoleh nilai sebesar 3 92 dengan kriteria sangat layak. Dengan demikian LKS yang dikembangkan sudah layak untuk digunakan dalam pembelajaran.