UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Disertasi

Proses berpikir mahasiswa dalam menyelesaikan masalah matematika berdasarkan abstraksi reflektif / Patma Sopamena

Sopamena, Patma - Nama Orang;

Abstrak
ABSTRAK Patma Sopamena 2016. Proses Berpikir Mahasiswa dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Berdasarkan Abstraksi Reflektif. Disertasi Program Studi Pendidikan Matematika Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Promotor Prof. Dr. Toto Nusantara M.Si. Ko-Promotor I Dr. Edy Bambang Irawan M.Pd. Ko-Promotor II Dr. Sisworo M.Si. Kata Kunci Proses Berpikir Menyelesaikan Masalah dan Abstraksi Reflektif Abstraksi reflektif menurut Piaget terdiri dari empat jenis proses konstruksi yaitu interiorisasi (I) koordinasi (K) enkapsulasi (E) dan generalisasi (G). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses berpikir mahasiswa dalam menyelesaikan masalah matematika berdasarkan abstraksi reflektif. Deskripsi proses berpikir mahasiswa dirincikan sebagai berikut 1) mendeskripsikan jalur berpikir mahasiswa dalam menyelesaikan masalah berdasarkan proses konstruksi abstraksi reflektif. 2) mendeskripsikan karakteristik jalur berpikir mahasiswa dalam menyelesaikan masalah matematika berdasarkan proses konstruksi abstraksi reflektif. Penelitian ini tergolong penelitian eksploratif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian sebanyak 14 orang mahasiswa dari IAIN Ambon dan Universitas Pattimura Ambon. Data berupa hasil kerja tugas penyelesaian masalah limit fungsi dilengkapi dengan transkrip think aloud dan wawancara. Kombinasi data tersebut selanjutnya diolah dan disusun menjadi diagram struktur berpikir yang dianalisis berdasarkan pada kerangka konstruksi abstraksi reflektif Piaget. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dua jalur berpikir yang dapat dilalui oleh subjek ketika menyelesaikan masalah matematika berdasarkan konstruksi abstraksi reflektif. Dua jalur tesebut adalah a) melalui jalur berpikir Tipe 1 yaitu lintasan berpikir tertutup sederhana yang dimulai dari proses I K E G K E G dengan substruktur kognitif yang tidak lengkap sehingga terjadi perpindahan lintasan berpikir pada konstruksi abstraksi reflektif b) melalui jalur berpikir Tipe 2 yaitu lintasan berpikir tertutup tidak sederhana yang dimulai dari proses I K E G I K E I dengan substruktur kognitif yang tidak lengkap sehingga terjadi perpindahan lintasan berpikir pada konstruksi abstraksi reflektif. Perpindahan jalur berpikir pada proses konstruksi abstraksi reflektif terjadi karena 1) tidak sempurnanya pembentukan substruktur berpikir pada konstruksi koordinasi dan enkapsulasi dalam menggeneralisasi penyelesaian dan 2) adanya kegiatan melakukan refleksi sehingga muncul kesadaran membenahi proses penyelesaian yang salah. Karakteristik jalur berpikir mahasiswa dalam menyelesaikan masalah matematika berdasarkan proses konstruksi abstraksi reflektif dapat dijelaskan sebagai berikut 1) tidak sempurnanya pembentukan substruktur berpikir pada konstruksi koordinasi dan enkapsulasi dalam menggeneralisasi penyelesaian terjadi karena adanya ketidaksempurnaan pembentukan substruktur berpikir pada proses konstruksi koordinasi dan enkapsulasi yang merupakan awal terjadinya perpindahan lintasan berpikir dari konstruksi dan 2) adanya kegiatan melakukan refleksi sehingga muncul kesadaran membenahi proses penyelesaian yang salah. Kegiatan melakukan refleksi sehingga muncul kesadaran membenahi proses penyelesaian yang salah terjadi karena proses penyelesaian masalah yang spontan (sekedar menebak) yang tidak didasarkan pada proses koordinasi dan enkapsulasi antara beberapa proses konstruksi dari komponen-komponen strukutur kognitif yang sebenarnya sudah lengkap. Dorongan kuat untuk melakukan refleksi muncul karena rasa ragu (curiga) pada penyelesaian masalah yang dibuat tanpa adanya koordinasi antara beberapa proses konstruksi dari komponan yang ada. Ketidakmampuan mengoordinasikan komponen yang ada dalam struktur kognitif mendorong subjek mengakomodasikan proses berpikirnya. Kegiatan melakukan refleksi sehingga muncul kesadaran membenahi proses penyelesaian yang salah dengan cara mengakomodasikan skema berpikir mengenai proses konstruksi penyelesaian masalah. Makna yang diperoleh kemudian dicocokkan dengan komponen yang ada dalam struktur kognitif yang dimiliki untuk menentukan kebenaran jawaban dari proses penyelesaian masalah.


Informasi Detail
DDC
Rd 510.76 SOP p
Prodi
Universitas Negeri Malang. Pascasarjana. Program Studi Pendidikan Matematika, 2016.
Deskripsi Fisik
xxi, 228 lembar : ill.; tab.; 30 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
00283/KI/17
Edisi
Disertasi (Pasca Sarjana)-- Universitas Negeri Malang. 2016
Subjek
1. MATEMATIKA - PRESTASI BELAJAR
2. MATHEMATICS - STUDY AND TEACHING

Pembimbing
1. Toto Nusantara ; 2. Edy Bambang Irawan
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik