Tesis
Implementasi lesson study untuk meningkatkan kinerja guru IPS di SMP Negeri 7 Pasuruan / Yuanita Fibriyanti
Abstrak
ABSTRAK Fibriyanti Yuanita. 2016. Implementasi Lesson Study Untuk Meningkatkan Kinerja Guru IPS di SMP Negeri 7 Pasuruan. Tesis. Program Studi Pendidikan Dasar IPS Program Pasca Sarjana. Universitas Negeri Malang. Pembimbing I Prof. Dr. Sumarmi M. Pd. Pembimbing II Prof. Dr. H. Punadji Setyosari M. Pd M. Ed Kata Kunci Implementasi Lesson Study kinerja Guru Lesson Study adalah suatu cara yang paling tepat dan efektif dimana dapat meningkatkan kualitas mengajar guru dan aktivitas belajar siswa. Lesson study yang diterapkan dengan baik dapat meningkatkan kompetensi guru melalui pengkajian pembelajaran yang kolaboratif dan berkelanjutan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatan kinerja guru Ilmu Pengetahuan Sosial di SMP Negeri 7 Pasuruan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-April tahun 2016 dengan menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian yang terlibat di dalam penelitian ini guru IPS di SMP Negeri 7 Pasuruan yang berjumlah 6 orang guru. Instrumen penelitian dalam penelitian ini adalah Instrumen penilaian kinerja Guru (IPKG) (kemampuan melaksanakan pembelajaran). Penilaian kinerja guru (kemampuan melaksanakan pembelajaran) dilakukan oleh observer pada saat pelaksanaan pembelajaran yang meliputi kegiatan awal kegiatan inti dan penutup. Lembar observasi plan do see berupa pedoman monitoring tahap pelaksanaan plan do see pada saat pelaksanaan pembelajaran menggunakan lesson study. Keterlaksanaan kinerja guru dilaksanakan pertemuan pada siklus I dan siklus I. Pertemuan I pada siklus I keterlaksanaan kinerja sebesar 50 %. Nilai ini lebih rendah dibandingkan dengan jumlah nilai pada pertemuan ke 2 yaitu 54 33% pertemuan ke-3 sebesar 75 33% dan pertemuan ke-empat yaitu sebesar 84 33%. Keterlaksanaan plan siklus I secara rata- rata 57 7% naik 39 7% menjadi 97% pada siklus II. Seluruh indikator dalam tahap perencanaan (plan) terlaksana sesuai pada standar monitoring tahap perencanaan (plan). Rencana Pelaksanaan Pembelajaran akan dilaksanakan pada tahapan Do didiskusikan dengan baik dengan para observer. Segala kendala yang terjadi dalam kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan lancar sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Keterlaksanaan Do siklus I secara rata- rata 52 08% naik 31 25% pada siklus II menjadi 83 33%. Pada siklus satu ada beberapa indikator yang tidak terpenuhi pada kegiatan Do dan diperbaiki pada siklus II setelah kegiatan refleksi. Adapun kekurangan-kekurangan pada pelaksanaan pembelajaran (Do) pada siklus I diperbaiki pada siklus II. Keterlaksanaannya adalah sebesar 83 3%. Setelah pembelajaran selesai dilaksanakan langsung dilakukan kegiatan refleksi. Refleksi diikuti oleh seluruh guru model dan observer yang dimaksudkan untuk mengkaji hasil pengamatan seluruh observer. Keterlaksanaan tahap see adalah sebesar 67 17% beberapa indikator tidak terpenuhi pada siklus I sehingga hasil dari kekurangan pada tahap see I dapat diperbaiki dan diterapkan pada see siklus ke II terbukti pada see siklus ke II naik sebesar 24 5% yaitu menjadi 91 67%. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah Implementasi Lesson Study di SMP Negeri 7 Pasuruan berdasarkan temuan penelitian pada siklus I dan siklus II secara keseluruhan dapat meningkatkan kinerja guru IPS di SMP Negeri 7 Pasuruan. Implementasi Lesson Study di SMP Negeri 7 Pasuruan terhadap kinerja guru dalam melaksanakan tahapan lesson study (Plan-do-See) di setiap siklusnya mengalami peningkatan. Diharapkan dukungan dari berbagai pihak supaya pelaksanaan lesson study berbasis sekolah tetap berlangsung terus menerus dan berkelanjutan. Pelajaran berharga yang dapat diperoleh dari pelaksanaan lesson study adalah peningkatan kompetensi pedagogik guru antara lain pengelolaan kelas semakin baik lebih hidup dan kondusif respon terhadap peserta didik semakin baik guru mengenal lebih banyak lagi model pembelajaran sehingga cara mengajarnya lebih bervariatif guru mengetahui kekurangannya saat mengajar sehingga dapat memperbaiki diri menambah kepercayaan diri guru model setelah pelaksanaan lesson study. Dilaksanakannya Lesson Study berbasis sekolah dapat meningkatkan kolaborasi guru dan dapat meningkatkan proses pembelajaran yang lebih baik oleh karena itu perlu dengan dukungan dari berbagai pihak dilaksanakan secara berkelanjutan pada kegiatan MGMP Kota Pasuruan.