Skripsi
Fungsi Tari Gambyong dalam upacara larung sesaji di Telaga Ngebel Kecamatan Ngebel Kabupaten Ponorogo / Novita Desy Herawati
Abstrak
ABSTRAK Herawati Novita Desy. 2016. Fungsi Tari Gambyong dalam Ritual Larung Sesaji di Telaga Ngebel Kecamatan Ngebel Kabupaten Ponorogo. Skripsi Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra.Hj.E.W. Suprihatin Dyah P. M.Pd Pembimbing (II) Tutut Pristiati S.Sn Kata kunci Tari Gambyong Larung Sesaji Telaga Ngebel Upacara larung sesaji di Telaga Ngebel dilakukan dalam 2 kali. Upacara larung sesaji pertama diadakan pada malam 1 suro dan upacara larung sesaji kedua pada tanggal 1 suro. Padaupacara larung sesaji tanggal 1 Suro selalu menampilkan Tari Gambyong. Tari Gambyong merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan saat upacara larung sesaji. Walaupun tidak berhubungan langsung dengan ritual tetapi Tari Gambyong wajib ditampilkan dan harus selalu ada saat upacara larung sesaji tanggal 1 suro. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan 1) Penyajian upacara larung sesaji di Telaga Ngebel dan 2) Fungsi Tari Gambyong dalam upacara larung sesaji di Telaga Ngebel. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian berada di Telaga Ngebel Kecamatan Ngebel Kabupaten Ponorogo. Narasumber dalam penelitian ini adalah Hartono Anis Budi Supadi dan Sapto. Pengumpulan data dalam penelitian ini melalui observasi wawancara dan dokumentasi. Kegiatan analisis data mulai dari tahap reduksi data penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pada pengecekan keabsahan temuan menggunakan triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Upacara larung sesaji di Telaga Ngebel dilakukan dalam 2 tahap. Upacara larung sesaji tahap pertama diadakan pada malam satu suro yang dianggap sebagai ritual yang sakral bagi para pini sepuh Telaga Ngebel. Prosesinya berupa siram jamas tirakatan damar jiwo dan larungan. Upacara larung sesaji tahap kedua dilaksanakan pada tanggal satu suro yang digunakan oleh Disbudpar Kabupaten Ponorogo untuk menarik wisatawan berkunjung ke Telaga Ngebel. Prosesinya berupa penyambutan arak-arakan dan larungan.Pada upacara larung sesaji tahap kedua menampilkan Tari Gambyong 2) Fungsi Tari Gambyong dalam upacara larung sesaji adalah fungsi primer untuk menyambut tamu dan fungsi sekunder untuk hiburan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Tari Gambyong selalu ditampilkan pada upacara larung sesaji tahap kedua tanggal satu suro yang berfungsi untuk menyambut tamu dan untuk hiburan. Saran bagi peneliti diharapkan adanya penelitian lebih lanjut tentang peran serta masyarakat terhadap perkembangan upacara larung sesaji di Telaga Ngebel. 8195