Tesis
Pengaruh mind mapping dalam pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap keterampilan proses sains dan penguasaan konsep IPA siswa kelas VIII SMPN 12 Malang / Laili Istiadah
Abstrak
ABSTRAK Istiadah Laili. 2016. Pengaruh Mind Mapping dalam Pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap Keterampilan Proses Sains dan Penguasaan Konsep IPA Siswa Kelas VIII SMP Negeri 12 Malang. Tesis Program Studi Pendidikan Dasar Konsentrasi IPA SMP Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Lia Yuliati M.Pd. (2) Prof. Dr. Siti Zubaidah M.Pd. Kata Kunci Mind Mapping Inkuiri Terbimbing Keterampilan Proses Sains Penguasaan Konsep IPA. Penguasaan konsep IPA sangat penting untuk dimiliki oleh siswa agarsiswa dapat mengembangkan kemampuan untuk menerapkan fakta konsep-konsep ilmiah prinsip hukum dan teori-teori yang digunakan oleh para ilmuwan untuk menjelaskan dan memprediksi pengamatan dari alam memecahkan masalah dengan menggunakan konsep-konsep yang telah dipelajari serta melatih siswa untuk berpikir dan bersikap ilmiah. Faktanya masih banyak siswa yang kesulitan memahami konsep-konsep IPA salah satunya adalah konsep tentang materi gerak sehingga hasil belajar siswa masih kurang memuaskan. Selain kurangnya penguasaan siswa terhadap konsep IPA keterampilan proses sains siswa di SMP juga belum terlatih dengan baik. Keterampilan proses sains sangat diperlukan dalam pembelajaran IPA karena merupakan suatu proses yang harus dialami dan harus dilakukan dalam perolehan konsep IPA dan tidak dapat dipisahkan dari praktik-praktik IPA karena memainkan peran penting dalam pembelajaran IPA. Pengembangan keterampilan proses sains memungkinkan siswa untuk memecahkan masalah berpikir kritis membuat keputusan mencari jawaban membantu siswa berpikir logis mengajukan pertanyaan yang wajar dalam memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu perubahan yang inovatif untuk mencapai penguasaan konsep IPA dan keterampilan proses sains dapat dilakukan melalui proses pembelajaran inkuiri dengan mind mapping.Hal ini dikarenakan pembelajaran inkuiri memberikan lebih banyak kesempatan bagi siswa untuk mendapatkan pemahaman konsep yang lebih dalamdan menjadipemikir kritis yang lebih baik menumbuhkan keterampilan proses sains dan bersikap ilmiah dalam menyusun pengetahuan yang baru. Mind mapping digunakan agar memudahkan ingatan memungkinkan untuk menyusun fakta serta mengatasi kesulitan siswa dalam menghubungkan beberapa konsep. Teknik mind mapping dapat membantu siswa membuat konsep yang abstrak menjadi lebih nyata dan meningkatkan kecepatan berpikir dan mengembangkan kreativitas siswa dalam menganalisis konsep. Untuk mengungkapkan permasalahan di atas penelitian ini bertujuan sebagai berikut. (1) Mengetahui ada tidaknya perbedaan keterampilan proses sains dan penguasaan konsep IPA antara siswa yang dibelajarkan melalui pembelajaran inkuiri terbimbing dan pembelajaran inkuiri terbimbing denganmind mapping. (2) Mengetahui ada tidaknya pengaruh mind mapping dalam pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap keterampilan proses sains dan penguasaan konsep IPA siswa. Jenis penelitian ini adalah quasy experiment dengan menggunakan pretest posttestcontrol group design. Populasi penelitian adalah siswa kelas VIII semester 1 SMP Negeri 12 Malang pada Tahun Pelajaran 2016/2017. Sampel diambil berdasarkan hasil uji kesetaraan dan menggunakan teknik purposive sampling.Instrumen penelitian menggunakan tes penguasaan konsep IPA dan tes keterampilan proses sains serta rubrik keterampilan proses sains dan rubrik mind mapping. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa (1) hasil perhitungan uji beda ANCOVA keterampilan proses sains menunjukkan nilai signifikansi 0 019 0 05 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan pada keterampilan proses sains siswa kelas eksperimen dan kelas control (2) hasil perhitungan uji beda ANCOVA penguasaan konsep IPA menunjukkan nilai signifikansi 0 007 0 05 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan pada penguasaan konsep IPA siswa kelas eksperimen dan kelas control (3) mind mapping berpengaruh terhadap keterampilan proses sains siswa berdasarkan hasil perhitungan effect size sebesar 0 61 yang berarti pengaruh mind mapping terhadap peningkatan keterampilan proses sains siswa termasuk dalam kategori sedang dan (4) mind mapping berpengaruh terhadap penguasaan konsep IPA siswa berdasarkan hasil perhitungan effect size sebesar 0 67 yang berarti pengaruh mind mapping terhadap peningkatan penguasaan konsep IPA siswa termasuk dalam kategori sedang. Berdasarkan temuan penelitian ini disarankan (1) perlu dilakukan analisis yang lebih mendalam pada hasil mind mapping yang dibuat oleh siswa untuk mengetahui pengaruhnya terhadap keterampilan proses sains dan penguasaan konsep IPA pada masing-masing siswa (2) perlu dilakukan penelitian korelasi untuk mengetahui hubungan antara keterampilan proses sains dan penguasaan konsep IPA siswa dan (3) perlu dikembangkan untuk penelitian selanjutnya terhadap berbagai variabel maupun materi lainnya yang belum diteliti.