UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Respon latihan renang intensitas moderat pada pagi dan malam terhadap peningkatan hormon kortisol sebagai indikator tingkat stres pada rattus norvegicus strain wistar / Moh. Taufiq Efendi

Efendi, Moh. Taufiq - Nama Orang;

Abstrak
ABSTRAK Efendi Mohamad Taufiq. 2016. Pengaruh Latihan Renang Intensitas Moderat Pagi dan Malam Hari terhadap Peningkatan Hormon Kortisol pada Rattus norvegicus Strain Wistar. Skripsi Jurusan Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Saichudin M.Kes. (II) Dra. Desiana Merawati M.S. Kata kunci respon latihan latihan pagi dan malam hormon kortisol. Ritme sirkadian berperan pada fungsi kerja organ tubuh dalam sekresi hormon selama proses metabolisme tubuh. Pada keadaan normal sekresi hormon kortisol selama metabolisme energi pada waktu pagi hari lebih tinggi dibandingkan pada saat malam hari ketika menjelang waktu istirahat. Hormon kortisol berperan dalam menjalankan mekanisme glukoneogenesis untuk menyusun energi dan membantu kerja metabolisme tubuh lainnya. Namun karena adanya pengaruh stress fisik sekresi hormon kortisol dapat berlawanan dengan ritme sirkadian tubuh manusia. Atas dasar itu maka tujuan penelitian ini akan mengungkap respon latihan berupa renang dengan intensitas moderat pagi dan malam hari terhadap hormon kortisol pada Rattus novergicus strain wistar. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian random control group posttest-only design dengan 3 kelompok yaitu kelompok pertama perlakuan latihan fisik berupa renang dengan intensitas moderat pada waktu pagi hari kelompok kedua perlakuan latihan fisik berupa renang dengan intensitas moderat pada waktu malam hari dan kelompok ketiga adalah kontrol sebagai pembanding. Sampel penelitian adalah tikus putih (rattus norvegicus strain wistar) sebanyak 18 ekor. Pengumpulan data dilakukan dengan pengambilan darah dari jantung tikus selanjutnya darah dianalisis dengan menggunakan uji ELISA untuk mengetahui kadar hormon kortisol. Hasil laboratorium kadar hormon kortisol dianalisis dengan uji statistika menggunakan uji-anava satu arah dengan taraf signifikansi alfa 0.05. Uji statstika anava menghasilkan nilai rerata kelompok perlakuan lebih tinggi dengan kelompok perlakuan pertama memiliki nilai mean 63 17 ng/mL dan kelompok perlakuan kedua memiliki nilai mean 104 38 ng/mL sedangkan kelompok kontrol dengan nilai mean 40 9 ng/mL. Hasil menunjukan bahwa latihan yang dilakukan dapat mempengaruhi perubahan hormon kortisol dengan perubahan tertinggi dialami oleh kelompok perlakuan pada pagi hari oleh tikus. jadi dapat disimpulkan bahwa latihan pada malam hari pada manusia lebih beresiko terjadinya stres ditandai dengan tingginya hormon kortisol.


Informasi Detail
DDC
Rs 612.405 EFE p
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Ilmu Keolahragaan, 2016.
Deskripsi Fisik
ix, 100 lembar : il. , tab.; 30 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
00589/KI/17
Edisi
Skripsi (Sarjana)-- Universitas Negeri Malang. 2016
Subjek
1. HORMON
2. RENANG
3. HORMONES

Pembimbing
1. Saichudin ; 2. Desiana Merawati
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik