Skripsi
Perbedaan kekerasan aluminium akibat variasi presentase pengerjaan dingin / Muslih Hadi Harjantho
Abstrak
ABSTRAK Harjantho MuslihHadi. 2016.Perbedaan Kekerasan Aluminium Akibat Variasi Persentase Pengerjaan Dingin. Skripsi Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Wahono S.ST. M.Pd. (II) Drs. H. Abdul Qolik M.M. M.Pd. Kata Kunci pengerjaan dingin aluminium kekerasan Pembentukan logam dapat dilakukan dengan cara pengerjaan dingin. Pengerjaan dingin adalah suatu proses pembentukan secara plastis terhadap logam atau paduan yang dilakukan di bawah temperatur rekristalisasi. Pengaruh pengerjaan dingin pada logam dapat merubah sifat logam akibat perubahan deformasi yang dialami. Proses pengerjaan dingin menghasilkan peristiwa pengerasan regangan yakni bertambahnya kekerasan sebagai akibat deformasi plastis pada logam. Spesimen uji yang digunakan pada penelitian ini adalah aluminium 6061. Jenis aluminium ini merupakan paduan yang sangat baik kemampuan bentuknya untuk bahan tempaan.Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental yang dilakukan dilaboratorium.Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis onewayanova.Pada penelitian ini digunakan variasi persentase pengerjaan dingin yaitu 0% 25% 50% dan 75% dan selanjutnya masing-masing perlakuan dari aluminium 6061 diuji kekerasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan terhadap nilai kekerasan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan terhadap nilai kekerasan pada tiappengerjaan dingin pada spesimen dengan pengerjaan dingin 0% atau tanpa pengerjaan dingin memiliki nilai rata-rata kekerasan 35 94 HRB (Hardness Rockwell Ball) pengerjaan dingin 25% memiliki nilai rata-rata kekerasan 39 22 HRB pengerjaan dingin 50% memiliki nilai rata-rata kekerasan 41 22 HRB dan pengerjaan dingin 75% memiliki nilai rata-rata kekerasan 45 83 HRB.Hal ini menunjukkan bahwa semakin besar pengerjaan dingin maka semakin besar niliai kekerasannya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kekerasan aluminium akibat variasi persentase pengerjaan dingin.