UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Latihan high interval intensity dan moderate continuous intensity terhadap kadar leptin pada tikus DM dengan injeksi STZ / Bahtiar Firdiansyah

Firdiansyah, Bahtiar - Nama Orang;

Abstrak
ABSTRAK Firdiansyah Bahtiar. 2016. Latihan HighInterval Intensity dan Moderate Continuous Intensity Terhadap Kadar Leptin Pada Tikus DM Injeksi STZ. Skripsi Jurusan Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Desi Merawati M.S. (II) dr. Rias Gesang Kinanti M.Kes. Kata Kunci latihan high interval intensity(HII) moderate continuous intensity(MCI) kadar leptin diabetes melitus (DM) STZ. Olahraga dianjurkan bagi penderita DM dengantujuan pengontrolan gula darah agar kadar gula darah tetap normal.Disisi lain olahraga menimbulkan stressor yang meganggu homeostatis tubuh.Tidak banyak penderita DM yang tahu jenis dan porsi beban olahraga yang diperbolehkan baginya. Dalam kondisi akut beban olahraga berlebih menggangu laju metabolisme akibat peningkatan jumlah insulin tanpa disertai pembentukan glukosa oleh hati hal ini menyebabkan kegagalan aktivasi AKT2/PKB- 946 pada hantaran sinyal leptin dalam proses metabolisme glukosa atau disebut kondisi resisten pada leptinsehingga terjadi peningkatan kadar leptin. Leptin ialah hormon yang disekresikan dalam adiposa dan dikode gen obdengan membawa sinyal kimia mengenai ketersediaan energi ditingkat sel. Adanya gangguan laju metabolisme disertai resistensi pada leptin menyebabkan hyperpaghia hiperinsulinemiadan hipogilkemi. Pada kondisi kronik memungkinkan terjadinya arterosklerosis jantung koroner penurunan kontraksi otot jantung ataupun stroke.Tujuan penelitian ini ialah membuktikan pengaruh penerapan latihaninterval dan continuousyang mengkombinasikan pembebanan intensitas tinggi serta moderateterhadap kadar leptin pada tikus DM. Sampel penenlitian berupa tikus putih jantan strain wistar terdiagnosa DM yang telah diinjeksi streptozotocin (STZ) dengan dosis 40 kg/KgBB sehingga kadar gula darah 110 mg/dl. Total sampel ialah 15 ekor yang terbagi kelompok kontrol dan 2 kelompok latihan renang dengan bentuk HII (dengan beban 6%-15% dari total berat badan) dan MCI(dengan beban 2%-5% dari total berat badan).Untuk membandingkan kontrol dan kelompok perlakuan metode penelitian yang digunakan adalah Random Control Group Posttest-Only Designkarena penelitian tanpa adanya pengambilan data untuk tes awal. Latihan dilakukan 24 kali selama 8 minggu yang dilakukan pukul 17.00-21.00 WIB. Pengukuran kadar leptin dilakukan dengan metode ELISA Kit sedangkan analisis data menggunakan uji beda anava dengan taraf signifikansi 0 01. Hasil penelitian menunjukkan rerata kadar leptin kelompok kontrol (7 32 ng/mL) kelompok latihan HII (11 96ng/mL) dan kelompok latihan MCI (14 178ng/mL). Berdasarkan hasil uji beda terdapat perbedaan yang signifikan antara latihan HII dan MCI dengan kontrol (P


Informasi Detail
DDC
Rs 616.642 FIR l
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Ilmu Keolahragaan, 2016.
Deskripsi Fisik
xi, 108 lembar; il; tab.; 30 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
00560/KI/17
Edisi
Skripsi (Sarjana)-- Universitas Negeri Malang. 2016
Subjek
1. DIABETES MELITUS
2. KADAR LEPTIN

Pembimbing
1. Desi Merawati ; 2. Rias Gesang Kinanti
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik