Skripsi
Pengembangan bahan ajar IPA topik Bunyi untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII SMP / Diana Cahya Ningrum
Abstrak
ABSTRAK Ningrum Diana Cahya. 2016. Pengembangan Bahan Ajar IPA Topik Bunyi untuk Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas VIII SMP. Skripsi Program Studi Pendidikan IPA FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. Arif Hidayat M.Si (2) Vita Ria Mustikasari S.Pd. M.Pd. Kata kunci bahan ajar IPA berpikir kritis bunyi IPA berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis melalui kegiatan ilmiah. Kegiatan ilmiah dikembangkan melalui proses pembelajaran IPA yang menekankan pada pengalaman langsung. Pengalaman langsung dalam menemukan suatu konsep dapat menstimulus perkembangan kemampuan berpikir kritis siswa. Salah satu cara memfasilitasi siswa dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritisnya adalah melalui bahan ajar. Hasil observasi beberapa sekolah di Kota Malang menunjukkan bahwa bahan ajar untuk kelas VIII yang digunakan saat ini belum dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa. Oleh karena itu perlu dikembangkan bahan ajar IPA yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan bahan ajar IPA topik bunyi untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII SMP yang layak digunakan. Penelitian ini menggunakan model penelitian 4D yaitu pendefinisian (define) perancangan (design) pengembangan (develop) dan penyebaran (disseminate). Namun penelitian ini dilakukan sampai tahap pengembangan (develop) karena keterbatasan waktu penelitian. Pada tahap pengembangan (develop) dilakukan sampai pada uji keterbacaan.Instrumen yang digunakan berupa angket untuk menguji kelayakan bahan ajar. Kelayakan diukur melalui uji kelayakan oleh dosen ahli yakni seorang dosen Fisika uji keterbacaan oleh dua orang guru IPA SMP dan sepuluh siswa SMP kelas VIII. Teknik analisis data yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah teknik analisis nilai rata rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar memperoleh persentase kelayakan sebesar 89 15% dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran sebesar 91 5% berdasarkan hasil validasi yang berarti sangat layak. Berdasarkan penilaian dari guru diperoleh persentase kelayakan bahan ajar sebesar 83 75% dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran sebesar 88 89% yang berarti sangat layak. Berdasarkan penilaian dari siswa diperoleh persentase kelayakan bahan ajar sebesar 88 67% yang berarti sangat layak. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan sudah sangat layak untuk digunakan serta memiliki kelebihan dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa melalui fenomena yang dekat dengan kehidupan sehari hari siswa terkait bunyi. Produk bahan ajar ini baru dikembangkan pada uji keterbacaan dengan jumlah siswa yang masih sedikit. Oleh karena itu disarankan pada peneliti lain untuk menguji coba lapangan melalui penelitian eksperimen sehingga dapat diketahui peningkatan berpikir kritis siswa SMP kelas VIII.