Skripsi
Perilaku seks pranikah remaja (studi fenomenologi) / Shinda Putri Eka Mamandani
Abstrak
ABSTRAK Mamandani Shinda Putri Eka. 2016. Perilaku Seks Pranikah Remaja. Skripsi. Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Blasius Boli Lasan M.Pd. (II) Dra. Ella Faridati Zen M.Pd. Kata Kunci Perilaku Seks Pranikah Remaja Masa remaja adalah masa peralihan seorang individu dari masa anak-anak menuju dewasa. Tugas perkembangan pada masa remaja salah satunya adalah memilih pasangan hidup dan memulai hidup berkeluarga. Remaja akan menjalin relasi dengan lawan jenis dengan cara berpacaran untuk mencapai tugas perkembangannya. Usia remaja dianggap akan cenderung menunjukan tingkah laku seksual yang tidak bertanggungjawab seiring matangnya organ reproduksi yang mereka alami. Matangnya organ reproduksi yang terjadi pada remaja mendorong mereka untuk melakukan perilaku seks pranikah.Peneliti bertujuan untuk mengetahui deskripsi perilaku seks pranikah remaja pemaknaan remaja terhadap perilaku seks pranikah dan alasan remaja melakukan perilaku seks pranikah. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Lokasi penelitian di Kelurahan Kedawung Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar. Subjek penelitian subjek primer yaitu Melati Kembang Lily. Subjek sekunder yaitu kakak kandung Melati teman Kembang tetangga Lily dan ibu Kembang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik bola salju (snowball sampling).Analisis data lapangan menggunakan analisis model Miles and Huberman. Hasil temuan dapat disimpulkan bahwa (1) Perilaku seks pranikah yang dilakukan remaja meliputi melakukan ciuman bersama pasangannya pelukan petting menyentuh organ intim pasangan bersenggama sampai dengan penetrasi. (2) Perilaku seks pranikah dimakanai remaja sebagai perwujudtan rasa cinta pasangan terhadapnya. Remaja merasa pasangannya semakin mencintainya setelah mereka melakukan perilaku seks pranikah bersama. (3) Alasan remaja melakukan perilaku seks pranikah karena lemahnya kontrol orang tua yang diberikan kepada anak-anaknya.(4) Lemahnya kontrol masyarakat terhadap perilaku remaja yang melakukan perilaku seks pranikah membuat mereka tidak merasa sungkanuntuk melakukan perilaku seks pranikah di rumah. Berdasarkan simpulan penelitian maka dapat diajukan saran khususnya pada konselor agar meminimalisir perilaku seks pranikah dengan mengenalkan kegiatan lain kepada siswa seperti mengikuti kegiatan ekstra kulikuler yang ada di sekolah. Dengan mengikuti kegiatan ekstrakulikuler diharapkan siswa yang orang tuanya tidak berada di rumah mereka akhirnya miliki kegiatan yang positif tidak berada di rumah setelah pulang sekolah.