Tesis
Manajemen ekstrakurikuler karya ilmiah remaja pada MTsN 2 Kediri dan MAN 3 Kediri / Sugeng Wijanarko
Abstrak
ABSTRAK Wijanarko Sugeng. 2016. Manajemen Ekstrakurikuler Karya Ilmiah Remaja pada MTsN 2 Kediri dan MAN 3 Kediri. Tesis. Program Studi Manajemen Pendidikan Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. H. Ahmad Sonhadji M.A. Ph. D. (II) Prof. Dr. H. Muhammad Huda. A.Y M. Pd Kata Kunci manajemen ekstrakurikuler karya ilmiah remaja Sekolah adalah lingkungan yang dibentuk untuk mendidik pelajar dan generasi muda pada tujuan tertentu terutama untuk membekali pengetahuan dan kecakapan yang dibutuhkan pada kehidupan di kemudian hari. Kegiatan ektrakurikuler merupakan kegiatan pembinaan kesiswaan yang dilaksanakan diluar kegiatan intrakurikuler. Sebagai penunjang kegiatan siswa ekstrakurikuler sifatnya tidak mengikat tetapi lebih bergantung pada minat bakat dan kebutuhan masing-masing siswa. Ekstrakurikuler karya ilmiah remaja adalah salah satu kegiatan yang mempunyai peran penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan siswa khusunya dalam bidang ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam tentang manajemen ekstrakurikuler karya ilmiah remaja yang meliputi (1) perencanaan (2) pengorganisasian (3) pelaksanaan (4) evaluasi dan (5) pendukung dan penghambat ekstrakurikuler KIR. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan rancangan penelitian studi multi kasus. Kehadiran peneliti adalah sebgai instrumen kunci karena peneliti merupakan alat pengumpul data. Lokasi penelitian ini adalah Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Kediri dan Madrasah Aliyah Negeri 3 Kediri. Sumber data terdiri dari manusia dan non manusia. Prosedur pengumpulan data melalui wawancara mendalam observasi dan studi dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu analisis data individu dan data analisis lintas kasus. Pengecekan keabsahan data melalui uji kreadibilitas transferabilitas dependabilitas dan konfirmabilitas. Hasil penelitian menunjukkan sebagaiberikut pertama perencanaan kegiatan ekstrakurikuler karya ilmiah remaja dilakukan setiap awal tahun ajaran baru dalam rapat koordinasi. Perencanaan yang dibahas pada rapat tersebut meliputi peserta sarana dan dana. Kedua pengorganisasian kegiatan ekstrakurikuler karya ilmiah remaja berbentuk fungsional dengan struktur lini yang di dalamnya terdapat beberapa pengurus sehingga memudahkan dalam koordinasi. Ketiga pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler karya ilmiah remaja bersifat sebagai pembinaan siswa dibidang non akademik. Tujuan dari ekstrakurikuler KIR adalah untuk mengasah bakat siswa dalam membuat karya ilmiah. Materi yang disampaikan dalam kegiatan ekstrakurikuler adalah laporan proposal artikel dan makalah. Metode yang digunakan guru untuk menyampaikan materi adalah ceramah tanya jawab dan pemberian tugas. Kegiatan dilaksanakan satu minggu dua kali setelah jam kegiatan intrakurikuler selesai. Keempat evaluasi dilakukan selama proses kegiatan berlangsung. Evaluasi meliputi target yang telah ditetapkan jumlah pertemuan yang harus dipenuhi dalam satu semester partisipasi siswa dalam pembelajaran dan hasil dari pembelajaran. Pihak yang melakukan evaluasi adalah kesiswaan coordinator ekstrakurikuler guru OSIS dan MPK. Berdasarkan hasil penelitian berikut adalah saran-saran yang diberikan pada pihak yang terkait (1)Kepala MTsN 2 Kediri dan kepala MAN 3 Kediri dapat menggunakan penelitian ini sebagai pertimbangan serta evaluasi dalam menyusun pemetaan ekstrakurikuler karya ilmiah remaja (2) Koordinator ekstrakurikuler siswa hanya diperbolehkan memilih satu kegiatan ekstrakurikuler agar pelaksanaan berjalan dengan lancar membuat tata tertib mengenai penyelenggaraan kegiatan ekstrakurikuler khususnya dalam hal kehadiran siswa melengkapi fasilitas yang dibutuhkan siswa dan menjalin relasi kemitraan kepada pihak terkait untuk mengembangkam ekstrakurikuler karya ilmiah remaja (3) Guru ekstrakurikuler memberi motivasi agar siswa aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler menggunakan metode pembelajaran yang kreatif dan variative untuk membangkitkan semangat keaktifan dan menghindari kebosanan siswa dalam pembelajaran ekstrakurikuler memberi modul kegiatan agar siswa dapat mengetahui materi yang akan dipelajari dalam setiappertemuan sehingga siswa dapat mempelajari terlebih dahulu sebelum mengikuti kegiatan mengembangkan karya dan mematenkan karya ilmiah yang telah dibuat oleh siswa. (4) Orang tua dan masyarakat selalu mendukung program-program kepala sekolah dalam pembentukan dan pengembangan peningkatan mutu penyelenggaran pendidikan di sekolah mendukung anaknya untuk mengikuti ekstrakurikuler karya ilmiah remaja (5) Peneliti lain dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai bahan referensi dalam melakukan penelitian yang lebih luas pada tema penelitian sejenis dengan latar yang berbeda.