Skripsi
Penerapan model pembelajaran inquiry dalam meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 7 Malang / Presdhian Puspita Wardhana
Abstrak
ABSTRAK Wardhana Presdhian Puspita. 2016. Penerapan Model Pembelajaran Inquiry dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi Siswa Kelas XI IPS SMA Negeri 7 Malang. Skripsi. Jurusan Pendidikan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Hadi Soekamto S.H. M.Pd. M.Si (II) Ir. Juarti M.P Kata Kunci Model Pembelajaran Inquiry Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi. Berdasarkan observasi yang telah dilakukan strategi pembelajaran yang diterapkan di kelas XI IPS 4 masih belum menekankan 5M (mengamati menanya mengeksperimen mengasosiasi dan mengomunikasikan) secara optimal. Hal ini menyebabkan siswa kurang melatih kemampuan berpikirnya dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran di kelas cenderung kurang maksimal sehingga kemampuan berpikir siswa masih rendah. Fakta lapangan menunjukkan hanya 4-5 dari 28 siswa (17%) mampu menjawab pertanyaan dengan tingkat kemampuan kognitif yang mencakup C4 dan C5. Solusi untuk memecahkan permasalahan tersebut adalah penerapan model pembelajaran Inquiry. Model pembelajaran Inquiry mengajak siswa lebih aktif dan membangun kemampuan berpikir dikarenakan penggunaan model pembelajaran Inquiry melatih siswa untuk mengembangkan berpikir secara sistematis logis dan kritis yang mencakup saintifik. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa pada mata pelajaran geografi kelas XI IPS SMAN 7 Malang. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) atau Classroom Action Research (CAR) yang mengimplementasikan model pembelajaran Inquiry. Data penelitian diperoleh dari tes kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa dan data observasi aktivitas siswa pada saat diskusi kelompok dalam penerapan model pembelajaran Inquiry. Teknik analisis data dimulai dari pengolahan data kemudian diketahui perbandingan nilai nilai kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa pada pra tindakan siklus I dan siklus II. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata hasil tes kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa meningkat. Hal ini dibuktikan dengan nilai rata-rata sebelum pra tindakan yang hanya 77 11 meningkat setelah diberikan tindakan pada siklus I menjadi 81 dengan persentase 5 04% dan siklus II memperoleh hasil yang lebih baik menjadi 86 39 dengan persentase sebesar 6 65%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Inquiry dapat meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa pada mata pelajaran geografi kelas XI IPS SMAN 7 Malang. Penelitian ini disarankan pada guru untuk memberikan arahan kepada siswa agar lebih aktif pada saat diskusi kelompok dan menyesuaikan pemahaman siswa pada materi yang digunakan dan bagi peneliti selanjutnya sebaiknya mampu melakukan penelitian dengan variabel dan materi yang berbeda.