Skripsi
Unraveling rhetorical strategies of political propanada of the Islamic State / Ilham Mulya Putra Pradana
Abstrak
ABSTRAK Pradana I.M.P. 2016. Mengurai Strategi Retoris Propaganda Politik The Islamic State. Skripsi Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. A. Effendi Kadarisman MA Ph.D . (2) Prof. Dr. Yazid Basthomi MA. Kata kunci Propaganda Politik Tata Bahasa Sistemik Fungsional Strategi Retoris Dabiq The Islamic State Analisis Wacana Kritis Saat ini masyarakat internasional memustakan sebagian besar perhatian mereka pada ancaman terbesar terorisme dari The Islamic State atau IS. Masalah ini tidak hanya menarik masyarakat internasional dan pemerintah mengenai masalah keamanan tetapi juga menarik beberapa cendekiawan dari berbagai bidang termasuk linguistik. Hal ini dikarenakan bahwa The Islamic State mengemas ideologi politik mereka dengan menggunakan beberapa perangkat lingureistik melalui publikasi online mereka yang berjudul Dabiq untuk menyebarkan dogmatika ideologi mereka. Peneliti tertarik pada poin ini dikarenakan media tersebut menampilkan pemikiran mereka dengan cara yang sangat komunikatif dan praktis untuk mempengaruhi pikiran pembaca guna mengonstruksi ide-ide tertentu. Dalam menganalisis propaganda peneliti menggunakan teori tata bahasa sistemik fungsional yang diusulkan oleh Halliday dan Matthiessien (2004) dan kritik retoris oleh Hart (1990). Dengan menggunakan desain deskriptif kualitatif peneliti menggunakan dua teori tersebut dalam menganalisis data. Data penelitian dikumpulkan dari Dabiq dengan sepuluh artikel yang dipilih. Dabiq adalah sebuah majalah online yang dikeluarkan oleh The Islamic State. Majalah ini memberikan laporan pembaca mengenai medan perang laporan administrasi dan komentar keagamaan yang isinya berdasarkan satu set dasar konsep agama Islam. Setelah data telah diperoleh peneliti mengkonversi data untuk membuat data dapat dibaca ke perangkat konkordansi. Data diolah pada perangkat konkordansi untuk mendapatkan frekuensi kata-kata yang diperlukan. Peneliti menemukan bahwa modalitas yang paling sering muncul adalah modalitas epistemik dengan frekuensi (81 21%). Sementara untuk proses transitivitas jenis yang paling sering adalah proses material (65 32). Mengenai strategi retoris peneliti menemukan bahwa jenis yang paling sering digunakan adalah ide evaluatif optative dan adjudikatif (66%). Selanjutnya dimensi kompetensi yang paling sering digunakan adalan dimensi lisan kredibilitas (50%). Hasil ini menunjukkan bahwa editor Dabiq menerapkan propaganda abu-abu untuk menyebarkan ideologi mereka. Hal ini ditunjukkan dengan informasi yang disajikan menggunakan modalitas epistemik yang tinggi bersamaan dengan strategi disinformasi untuk membelokkan pesrpektif pembaca. Selain itu setelah menganalisis proses transitivitas editor yang merepresentasikan The Islamic State sebagai sebuah organisasi yang mengedepankan pada tujuan di mana tujuan mereka adalah untuk mendirikan sebuah negara yang sah. Selanjutnya setelah menganalisis strategi retoris peneliti berpendapat bahwa editor berusaha untuk membangun keinginan pembaca untuk bergabung dengan The Islamic State. Hal ini ditunjukkan dengan penggunaan ide-ide evaluatif dan dimensi kredibilitas. Peneliti juga mengharapkan mahasiswa Linguistik menggunakan penelitian ini sebagai acuan penerapan teori tata bahasa sistemik fungsional dalam menganalisis fenomena linguistik dalam kehidupan sehari-hari atau jenis media lainnya. Untuk peneliti Propaganda Politik selanjutnya diharapkan untuk memperluas fokus ke strategi lain dari propaganda dan mempertimbangkan representasi visual dan juga bentuk lain dari tata bahasa sistemik fungsional.