Tesis
Pengembangan bahan ajar seni rupa tiga dimensi untuk meningkatkan pola pikir entrepreneurial pada siswa SMA / Isti Retno Wulandari
Abstrak
ABSTRAK Wulandari Isti Retno. 2016. Pengembangan Bahan Ajar Seni Rupa Tiga Dimensi untuk Meningkatkan Pola Pikir EntrepreneurialPada Siswa SMA. Tesis. Program Studi Keguruan Seni Rupa Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr.Moeljadi Pranata M.Pd (II) Dr.Johannes Ananto Prayogo M.Pd M.Ed Kata kunci pengembangan seni rupa tigadimensi pola pikir entrepreneurial Indonesia termasuk negara berkembang yang mempunyai angka pengangguran tinggi penyebabnya adalah kemampuan kewirausahaan masyarakatnya masih lemah sehingga industri kreatif yang berbasis kearifan dan keunikan budaya lokal kurang berkembang. Salah satu cara untuk memecahkan masalah tersebut mengintegrasikan tahapan entrepreneurial dalam mata pelajaran Pendidikan Seni Budaya. Pendidikan Seni Budaya yang diajarkan di SMA selama ini sudah mengangkat kearifan dan keunikan budaya lokal namun model pembelajaranya masih bertumpu pada pemenuhan tugas dari guru belum berpikir entrepreneurial yang merujuk pada program industri kreatif yang saat ini sedang digalakkan pemerintah.Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan bahan ajar berbentuk buku kerja siswa (worksheet) yang menggunakan tahapan entrepreneurial dengan pola learning cycle.. Tahapan entrepreneurial dalam bahanajar ini untuk membetuk karakter kewirausahaan guna meningkatkan daya saing bangsa dalam bidang industri kreatif yang sangat diperlukan dengan diberlakukanya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Penelitian pengembangan ini diuji cobakan pada 15 siswa yang belum mendapatkan pembelajaran menggunakan tahapan etrepreneurial dan 15 siswa yang sudah mendapatkan pembalajaran dengan tahapan entrepreneurial.Hasil penelitian ini adalah sebuah bahan ajar yang telah divalidasi dengan hasil sebagai berikut (1) Data validasi media dari ahli media mencapai 99 03% yang berarti masuk katagori valid dan reliable dan sangat layak untuk digunakan (2) Data validasi materi dari ahli materi dan praktisi mencapai 89 28% yang berarti masuk katagori valid dan reliable sangat layak untuk digunakan (3) Data dari hasil uji coba penggunapraktisi mencapai 88 9% yang berarti masuk katagori valid dan reliable sangat layak untuk digunakan 4) Data ujicobapenggunasiswamencapai 61 8% yang berarticukup layakuntukdigunakan.