Tesis
Pengembangan media pembelajaran gambar perspektif dengan menggunakan software google sketchup untuk meningkatkan keterampilan kognitif siswa SMK kelas X Jurusan Multimedia / Wahyu Dewayani
Abstrak
ABSTRAK Dewayani Wahyu. 2016. Pengembangan Media Pembelajaran Gambar Perspektif dengan Menggunakan Software Google Sketchup untuk Meningkatkan Keterampilan Kognitif Siswa Kelas X Jurusan Multimedia. Tesis. Program Studi Keguruan Seni Rupa Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Moeljadi Pranata M.Pd. (II) Prof. Dr. Djoko Saryono M.Pd. Kata kunci media pembelajaran gambar perspektif software Google SketchUp keterampilan kognitif Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menjadi alat bantu dalam pembelajaran. Media pembelajaran gambar perspektif merupakan sarana untuk menunjang pembelajaran bentuk-bentuk tiga dimensional ke dalam gambar dua dimensional sehingga gambar tersebut mempunyai kesan kedalaman. Salah satu media yang dapat digunakan untuk membuat gambar perspektif ialah aplikasi Google SketchUp. Google SketchUp dibuat untuk memenuhi kebutuhan guru dan siswa agar materi lebih mudah dipahami meningkatkan kompetensi dan kreativitas serta menimbulkan ketertarikan dalam mengikuti pembelajaran seni rupa khususnya gambar perspektif. Penelitian ini berusaha mengembangkan sebuah media pembelajaran berbasis aplikasi Google SketchUp untuk meningkatkan keterampilan kognitif siswa dalam gambar perspektif. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan media pembelajaran yang layak untuk meningkatkan keterampilan kognitif serta menguji keefektifan media pembelajaran gambar bentuk khususnya materi gambar perspektif dengan menggunakan aplikasi Google SketchUp. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan model pengembangan Borg and Gall.Validasi dilakukan oleh pakar (doktor) bidang media dan isi materi. Produk awal diujicobakan kepada guru seni budaya (3 orang) sedangkan uji coba kepada siswa dilakukan pada kelompok kecil (10 orang) dan kelompok besar (30 orang). Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen angket/kuesioner untuk praktik. Analisis deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan peningkatan keterampilan kognitif siswa. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan yang menjawab rumusan masalah sebagai berikut. Pertama diperoleh hasil uji kelayakan media pembelajaran gambar perspektif menggunakan aplikasi Google SketchUp yaitu hasil penelitian dari ahli materi diperoleh kesimpulan layak dengan nilai persentase 90 00% dari ahli media diperoleh kesimpulan layak untuk dikembangkan dengan nilai persentase 96 66% dari guru dengan kategori valid menghasilkan nilai persentase 97 50% serta dari siswa menghasilkan nilai persentase 82 50% sehingga karya tersebut valid untuk diujicobakan. Kedua media pembelajaran yang dikembangkan terbukti efektif untuk meningkatkan keterampilan kognitif siswa. Hasil uji yang dilakukan dengan SPSS didapat t hitung sebesar -7 379 dengan derajat keabsahan (df) n-1 29. Dengan pengujian dua sisi (signifikasi 0 025) dapat diperoleh t tabel sebesar 2 045. Kesimpulannya terdapat perbedaan signifikan nilai perolehan sebelum diadakan pembelajaran praktik gambar perspektif secara manual dan sesudah diberi pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran interaktif. Setelah diberi pembelajaran dengan menggunakan software Google SketchUp maka keterampilan kognitifnya meningkat. Saran yang diberikan sebagai berikut. Pertama sekolah disarankan mampu mengembangkan media pembelajaran yang sejenis pada mata pelajaran seni budaya karena melihat besarnya peningkatan keterampilan kognitif siswa dalam mendukung proses pembelajaran gambar bentuk khususnya gambar perspektif. Kedua guru disarankan untuk mengimplementasikan aplikasi Google SketchUp karena dengan adanya pengembangan media ini secara tidak langsung dapat meningkatkan kualitas pembelajaran bahan ajar dan membantu kelancaran proses belajar dalam kelas. Ketiga siswa lebih meningkatkan keterampilan kognitifnya dan mudah dalam belajar gambar bentuk khususnya gambar perspektif. Keempat bagi peneliti selanjutnya penelitian ini dapat dijadikan dasar untuk dikembangkan lebih lanjut dengan variabel yang lebih bervariasi menggunakan populasi atau sasaran yang lebih banyak dan dimungkinkan pada jenis kompetensi atau tingkatan yang berbeda.