Skripsi
Pengaruh model latihan bermain melempar dan menangkap bola untuk meningkatkan gerak dasar manipulatif melempar dan menangkap pada siswa tunarungu kelas I SDLB Kedung Kandang Malang / Fakhruddin Nugroho
Abstrak
ABSTRAK Nugroho Fakhruddin. 2016. Pengaruh Model Latihan Bermain Melempar dan Menangkap Bola Untuk Meningkatkan Gerak Dasar Melempar dan Menangkap Pada Siswa Tunarungu Kelas I di SDLB Negeri Kedung Kandang Malang. Skripsi Jurusan Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Mardianto M.Kes. (II) Dr.Supriyadi M.Kes. Kata Kunci gerak dasar melempar dan menangkap gerak dasar manipulatif Tunarungu adalah anak yang mengalami gangguan pendengaran. Pada perkembangan anak baik anak normal maupun anak berkebutuhan khusus harus dapat menguasai gerak dasar manipulatif dengan baik terutama gerak melempar dan menangkap. Di SDLB N Kedung Kandang dalam bidang olahraga khususnya anak penderita tunarungu ada masalah dalam keterampilan melempar dan menangkap. Karena kurangnya variasi dalam latihan yang diberikan sehingga anak penderita tunarungu kurang tertarik dalam melakukan kegiatan olahraga. Salah satu cara untuk meningkatkan gerak melempar dan menangkap maka peneliti memberikan 6 model latihan bermain melempar dan menangkap. Tujuan dari latihan ini untuk mengetahui pengaruh model latihan bermain melempar dan menangkap terhadap peningkatan gerak dasar manipulatif melempar dan menangkap pada anak tunarungu kelas I di SDLB N Kedung Kandang Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode Single Subject Research (SSR) yang termasuk dalam penelitian eksperimen. Sampel yang digunakan sebanyak satu orang yang diberi perlakuan pada fase baseline (A) sebanyak 5 sesi dan fase intervensi (B) sebanyak 5 sesi. Instrumen yang digunakan untuk mengetahui kemampuan melempar dan menangkap adalah tes melempar dan menangkap ke arah dinding untuk anak berusia 6-10 tahun . Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan diperoleh hasil pada fase baseline (A) kemampuan melempar dan menangkap sama yaitu 20% dan pada fase intervensi (B) kemampuan melempar dan menangkap meningkat yaitu 40%. Kecenderungan arah juga menunjukkan adanya data yang stabil pada kedua fase perubahan arah dan efeknya yaitu stabil dan efeknya menunjukkan positif ( ) perubahan level dari fase baseline (A) ke fase intervensi (B) adalah sebesar 40% dan presentase overlap menunjukkan angka 0%. Menunjukkan bahwa ada pengaruh intervensi terhadap targer behavior. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan ada pengaruh dari metode latihan bermain melempar dan menangkap terhadap peningkatan gerak dasar manipulatif melempar dan menangkap untuk anak siswa kelas I di SDLB N Kedung Kandang Malang. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai variasi baru dalam melatih atau mengajar khususnya untuk meningkatkan gerak dasar manipulatif melempar dan menangkap kelas I SDLB.