Disertasi
Analisis pengaruh orientasi proses bisnis terhadap pertumbuhan usaha pengrajin logam di Provinsi Jawa Timur / Lilia Pasca Riani
Abstrak
ABSTRAK Pasca Riani Lilia 2015. Pengaruh orientasi proses bisnis terhadap pertumbuhan usaha pengrajin logam di Propinsi jawa Timur. Disertasi Program Studi Pendidikan Ekonomi Pascasarjana Universitas Negeri Malang Pembimbing (I) Prof. Dr. JG. Nirbito M.Pd (II) Prof. Dr. Agus Suman DEA. (III) Dr. Mit Witjaksono MS.Ed Kata Kunci Pertumbuhan usaha orientasi proses bisnis produktivitas financial literacy pengrajin logam Tujuan utama perusahaan adalah mencapai profit yaitu pertumbuhan usaha harus diperhitungkan secara tepat pada setiap keputusan-keputusan pembiayaan investasinya. Sedangkan pencapaian profit yang maksimal diperoleh dari beragam pemikiran pengetahuan dan tindakan sehingga aktivitas yang dilakukan kesemuanya harus memberikan value-added bagi perusahaan yang tercermin dalam rasio produktifitas dan semuanya harus mengarah pada tujuan itu sehingga diperlukan sebuah pengukuran yang komprehensif tentang pertumbuhan usaha pada setiap elemen proses aktivitas yang dikerjakan oleh perusahaan dan strategi yang telah diintegrasikan dengan pendekatan perilaku dari orang-orang di dalam organisasi terutama pada UKM kerajinan logam di Propinsi Jawatimur yang masih relatif terbatas dari sisi orientasi proses bisnis kepemilikan pengetahuan keuangan dan pengukuran produktivitasnya. Penelitianinibertujuanuntuk(1) mengetahuipengaruhorientasi proses bisnisterhadappertumbuhanusahaparapengrajinlogam (2) mengetahuipengaruhorientasi proses bisnis terhadap produktifitasparapengrajinlogam (3) mengetahuipengaruhorientasi proses bisnis terhadap financial literacyparapengrajinlogam (4) mengetahui pengaruhproduktifitas terhadap pertumbuhanusahaparapengrajinlogam (5) mengetahui pengaruh financial literacy terhadap pertumbuhanusahaparapengrajinlogam (6) mengetahuipengaruh orientasi proses bisnis terhadap pertumbuhan usahapara pengrajin logam yang dimediasiolehproduktifitas (7) mengetahuipengaruhorientasi proses bisnis terhadap pertumbuhan usahapara pengrajin logam yang dimoderasiolehfinancial literacy. Penelitian ini menggunakan pendekatan gabungan antara kuantitatif dan kualitatif yang disebut dengan metode campuran (mixed method). Metode ini memiliki alur berangkat dari pendekatan kuantitatif dan dilanjutkan dengan pendekatan kualitatif atau biasa disebut dengan strategi eksplanatori kesuensial. Populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 10659 pengrajin logam yang ada di Propinsi Jawa Timur tersebar dalam 38 kabupaten/kota. Jumlah sampel yang dibutuhkan adalah 240 pengrajin logam atau pemilik atau pengusaha kerajinan logam yang dipilih secara acak proporsional terkelompokkan (proposionate cluster random sampling). Data kuantitatif dianalisis dengan Structural Equation Modelling (SEM) Partial Least Square (PLS). Sedangkan data kualitatif hasil wawancara dengan 3 pengrajin/pemilik/pengusaha kesajinan logam dari perwakilan masing-masing kluster dengan tahapan reduksi data penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan tujuh simpulan sebagai berikut. Pertama orientasi proses bisnistidakberpengaruhsignifikanterhadappertumbuhanusaha kedua orientasi proses bisnis berpengaruh signifikan terhadap produktivitas ketiga orientasi proses bisnis berpengaruh signifikan terhadap financial literacy keempat produktivitas berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan usaha kelima financial literacy berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan usaha keenam orientasi proses bisnisberpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan usaha dengan peran mediasi produktivitas ketujuh orientasi proses bisnis berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan usaha dengan peran moderasi financial literacy. Berkaitan dengan hasil penelitian ini disampaikan saran kepada para pengusaha/pemilik usaha kerajinan logam sebagai pengambil keputusan sebagai berikut (1) pemilik usaha perlu meningkatkan pengetahuannya dibidang keuangan dan peraturan pemerintah terkait pajak dan ekspor-impor (2) pemilik usaha logam/pengrajin logam perlu menelisik lebih jauh mengenai efektifitas kerja dan efisiensi biaya-biaya bukan hanya memikirkan laba. Data-data kualitatif mengindikasikan adanya interaksi antar variabel maka penelitian lebih lanjut perlu mengembangkan model yang mampu mengakomodasi interaksi antar variabel. Selain itu perlu dikembangkan instrumen penelitian yang mampu menangkap pertumbuhan usaha baik secara kuantitatif maupun secara kualitatif.