UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Afiks bahasa Jawa dialek Malang / Vindy Radifani Amalia

Amalia, Vindy Radifani - Nama Orang;

Abstrak
ABSTRAK Amalia Vindy Radifani. 2016. Afiks Bahasa Jawa Dialek Malang. Skripsi Jurusan Bahasa dan Sastra Indondesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. pembimbing (I) Dr. Sunaryo HS. S.H. M.Hum. (II) Prof. Dr. Imam Suyitno M.Pd. Kata Kunci afiks bahasa Jawa dialek Malang Kota Malang merupakan kota terbesar kedua di Jawa Timur dengan pendatang dari berbagai daerah di Indonesia yang mengakibatkan masuknya bahasa yang berbeda-beda pula. Bahasa asli yang digunakan masyarakat kota Malang adalah bahasa Jawa dialek Malang (selanjutnya disebut BJDM). BJDM memiliki kekhasan pada stuktur katanya sehingga ilmu bahasa yang digunakan adalah morfologi. Sebagai varian bahasa Jawa dialek Jawa Timur BJDM bersistem aglutinasi sehingga proses morfologis yang digunakan adalah proses afiksasi. Proses afiksasi adalah pelekatan afiks pada bentuk dasar untuk membentuk kata baru. Afiks atau imbuhan adalah salah satu bentuk morfem terikat yang menjadi komponen utama proses afiksasi sehingga afiks inilah yang dikaji dalam penelitian ini. Teori afiks yang digunakan adalah afiks menurut Alwi Muslich dan Wedhawati. Menurut keduanya afiks terdiri atas empat jenis yaitu prefiks (awalan) infiks (sisipan) sufiks (akhiran) dan konfiks (gabungan afiks) yang memiliki bentuk dan maknanya masing-masing. Oleh karena hal tersebut fokus penelitian ini adalah jenis afiks bentuk afiks dan makna afiks dalam BJDM. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Data penelitian ini berupa kalimat (data verbal) yang ditranskripsikan ke dalam korpus data. Data verbal tersebut berdasar instrumen informan yang pengumpulan datanya melalui pengamatan dan wawancara. Dalam pengumpulan data di lapangan peneliti hadir dan berperan sebagai partisipan aktif dalam proses penelitian di lima kecamatan di kota Malang. Lima kecamatan tersebut adalah kecamatan Klojen kecamatan Kedungkandang kecamatan Blimbing kecamatan Lowokwaru dan kecamatan Sukun. Metode yang digunakan dalam pengambilan data adalah metode cakap yang menggunakan teknik pancing rekam dan catat. Sedangkan sumber datanya adalah masyarakat penutur asli BJDM yang sesuai dengan kriteria-kriteria informan menurut Soedjito dan Mahsun. Kegiatan analisis data dimulai setelah data ditranskip. Data yang telah ditranskip kemudian direduksi disajikan lalu ditarik kesimpulan. Untuk menjaga keabsahan data dilakukan triangulasi data dan diskusi teman sejawat. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat tiga jenis afiks dalam BJDM. Tiga jenis afiks tersebut adalah prefiks (awalan) sufiks (akhiran) dan konfiks (gabungan afiks). Berdasarkan tiga jenis afiks tersebut ditemukan bentuk-bentuk afiksnya. Bentuk prefiks ditemukan empat bentuk yaitu N- me- di- dan ke- . Bentuk sufiks ditemukan lima bentuk yaitu -a -na -en -an dan -e . Sedangkan bentuk konfiks ditemukan enam bentuk yaitu N-/-i dipeN-/-i peN-/-an ke-/-an -el-/-an dan -el-/-en . Makna afiks dalam BJDM akan disimpulkan berdasarkan bentuk afiks. (a) Pelekatan prefiks pada bentuk dasar dapat menimbulkan makna sebagai berikut menjadi yang dinyatakan pada bentuk dasar melakukan tindakan yang dinyatakan pada bentuk dasar dalam keadaan yang disebut pada kata dasar melakukan pekerjaan menggunakan apa yang disebut pada bentuk dasar (subjek) dikenai tindakan yang dinyatakan pada bentuk dasar sudah di kemungkinan di dan ketidaksengajaan . (b) Pelekatan sufiks pada bentuk dasar dapat menimbulkan makna sebagai berikut perintah untuk bertindak atau bersikap sesuai dengan yang disebut pada bentuk dasar sehingga membuat (objek) melakukan tindakan seperti bentuk dasar perintah terhadap lawan tutur untuk melakukan sesuatu yang disebut pada bentuk dasar sehingga menyebabkan ( ) melakukan perbuatan yang tersebut pada bentuk dasar untuk orang lain tempat suatu tindakan yang tersebut pada bentuk dasarnya dan bentuk dasar yang dimiliki oleh . Serta (c) pelekatan konfiks pada bentuk dasar dapat menimbulkan makna sebagai berikut menyebabkan yang tersebut pada bentuk dasar (subjek) dijadikan sasaran tindakan yang dinyatakan oleh bentuk dasar hal atau proses atau hasil peristiwa yang terjadi dengan tidak sengaja dan perbuatan atau tindakan yang tersebut pada bentuk dasar dilakukan berulang-ulang . Berdasarkan hasil penelitian disampaikan saran-saran sebagai berikut. Pertama bagi masyarakat Malang yang diharapkan menggunakan dan mengembangkan BJDM agar BJDM juga dikenal sebagai bahasa Jawa yang khas dan tidak mengalami kepunahan bahasa. Kedua ditujukan kepada calon peneliti selanjutnya yang diharapkan untuk meneliti lebih lanjut afiks BJDM agar tidak berhenti di sini terutama mengenai fungsi afiks BJDM. Ditambah pula mengenai proses morfologis dalam BJDM seperti proses afiksasi reduplikasi atau komposisi.


Informasi Detail
DDC
Rs 499.222 AMA a
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, 2016.
Deskripsi Fisik
x, 116 lembar: il. , tab. ; 30 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
01105/KI/17
Edisi
Skrispsi (Sarjana)-- Universitas Negeri Malang. 2016
Subjek
1. BAHASA JAWA - AFIKS
2. BAHASA JAWA - DIALEK
3. JAVA LANGUAGE - AFFIX

Pembimbing
1. Sunaryo HS ; 2. Imam Suyitno
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik