Tugas Akhir
Pengaruh lama perendaman air laut terhadap kinerja laston (asphalt concrete wearing course) berdasarkan uji Marshall / Meywulan Khasanah
Abstrak
ABSTRAK Khasanah Meywulan. 2016. Pengaruh Lama Perendaman Air Laut Terhadap Kinerja Laston (AC-WC) Berdasarkan Uji Marshall. Tugas Akhir Program Studi D3 Teknik Sipil dan Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Drs. Boedi Rahardjo M.Pd. M.T. Kata Kunci Laston (AC-WC) Perendaman Uji Marshall Jalan sebagai prasarana transportasi adalah salah satu faktor yang sangat penting dan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia sehari -hari. Lapis perkerasan AC -WC berfungsi sebagai lapis aus. Perkerasan beton aspal lapis aus (AC-WC) merupakan lapisan yang terletak paling atas yang membuat lapisan ini bersentuhan langsung dengan roda-roda kendaraan panas matahari dan air hujan. Banjir rob yang kerab terjadi di kawasan pesisir pantai Indonesia menyebabkan genangan air di jalan raya. Akibatnya kondisi jalan perkerasan lentur di daerah genangan rob banyak mengalami kerusakan baik tergolong rusak ringan maupun rusak berat. Tujuan dari penulisan ini untuk mengetahui sifat fisik dan mekanik bahan-bahan penyusun campuran aspal beton (AC-WC) dan untuk mengetahui pengaruh perendaman air laut terhadap kinerja laston (AC-WC) berdasarkan uji Marshall. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari agregat dari daerah Lumajang aspal penetrasi 60/70 dan filler. Pengujian dilakukan di Laboratorium Perkerasan Jalan Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Untuk mengetahui parameter Marshall hasil penelitian ditentukan terlebih dahulu KAO nya. Selanjutnya dilakukan lima variasi perendaman yaitu 24 jam 48 jam 72 jam 96 jam dan 120 jam yang masing-masing benda uji menggunakan nilai kadar aspal optimum. Untuk mengetahui kinerja benda uji setelah perendaman dilakukan pengujian Marshall. Hasil penelitian sifat fisik dan mekanik bahan-bahan penyusun campuran aspal beton (AC-WC) sudah memenuhi spesifikasi dan pengaruh perendaman air laut terhadap kinerja laston (AC-WC) berdasarkan uji Marshall semakin lama perendaman air laut menunjukan nilai stabilitas semakin menurun nilai flow semakin tinggi Marshall Quotient semakin mrnurun nilai VIM semakin tinggi VMA semakin tinggi dan VFA semakin menurun.