Tugas Akhir
Studi pelaksanaan bangunan pengelak tipe konduit pada Proyek Pembangunan Bendungan Tugu Kabupaten Trenggalek / Mohammad Ali Mahfud Efendi
Abstrak
ABSTRAK Efendi M.A.M. 2017. Studi Pelaksanaan Bangunan Pengelak Tipe Konduit Pada Pembangunan Bendungan Tugu Kabupaten Trenggalek. Proyek Akhir Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing Drs. Ir. H. Sudomo M.MT. Kata Kunci Bendungan konduit permasalahan konduit. Bangunan pengelak adalah sebuah bangunan yang berfungsi untuk mengalihkan aliran air sementara dalam pekerjaan bangunan bendungan. Bangunan pengelak merupakan struktur vital yang perlu direncanakan secara matang baik konstruksi maupun pelaksanaannya. Kondisi lingkungan proyek yang beragam akan menjadi permasalahan yang rumit ketika proses pekerjaan berjalan oleh karena itu banyak aspek yang perlu dipertimbangkan agar pelaksanaan pekerjaan berjalan lancar dan tepat waktu. Bangunan pengelak dibagi menjadi dua macam yaitu tipe konduit dan tipe terowongan. Permasalahan dalam pembangunan bangunan pengelak tipe konduit diantaranya yaitudewatering keropos beton permasalahan galian dan mobilitas concrete pump. Studi pelaksanaan ini dilakukan pada proyek pembangunan Bendungan Tugu Kabupaten Trenggalek. Tujuan dari penulisan Proyek Akhir ini adalah untuk mengetahui kesesuain metode pelaksanaan bangunan pengelak tipe konduit di lapangan dengan teori serta mengetahui cara mengatasi permasalahan yang sering timbul dalam pelaksanaan bangunan pengelak tipe konduit. Dari hasil studi pelaksanaan pekerjaan persiapan meliputi pembersihan lahan dan penentuan sistem pengendalian lingkungan. Pekerjaan galian tanah dilakukan oleh tenaga mesin yaitu pick hammer dump truck serta eksavator proses pekerjaan galian tanah akan dihentikan ketika tanah galian telah mencapai daya dukung tanah minimal 0 5 kg/cm2. Pekerjaan lantai kerja menggunakan mutu beton K-225 dengan ketebalan 10-30 cm.Pekerjaan penulangan sebagian besar dikerjakan oleh tenaga mesin mulai dari pemotongan dan pembengkoan tulangan. Teknologi perancah yang dipakai pada proyek ini menggunakan scaffolding. Bekisting yang dipakai untuk proyek ini menggunkan multiplek untuk memperkuat bekisting menggunakan bantuan framedari baja. Pekerjaan pengecoran menggunkan bantuan concrete pump dan vibrator concrete. Untuk pekerjaan pembongkaran dilakukan satu hari setelah pengecoran dan untuk perawatan beton sama sekali tidak dilakukan. Penggunaan subdrainage penggunaan vibrator memepertebal mempertipis lantai kerja dan penggunaan pipa parolon untuk concrete pump merupakan metode yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan yang sering timbul dalam pekerjaan bangunan pengelak. Hasil studi ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa ketidaksesuaian pelaksanaa bangunan pengelak dari segi pelaksanaan dengan kajian teori. Pada pekerjaan penulangan tidak ada langkah pembersihan pekerjaan pembongaran beksiting dilakukan satu hari setelah pengecoran dan pekerjaan perawatan sama sekali tidak dilakukan. Berdasarkan studi ini disarankan dalam pekerjaan bangunan pengelak dilaksanakan dengan memeperhatikan kajian teori yang telah ada sehingga tidak terjadi kesalahan dalam pelaksanaan proyek dan diharapkan konsultan dan pelaksana lebih berinovasi dalam menetukan metode kerja untuk mengatasi permasalahan yang sering timbul dalam pekerjaan bangunan pengelak.