Skripsi
Perlocutionary acts seen in utterances containing Hedges by an autistic figure in Temple Grandin\'s movie / Miranti Widhasari
Abstrak
ABSTRAK Widhasari Miranti. 2016. Perlocutionary Acts Seen in Utterances Containing Hedged by an Autistic Figure in Temple Grandin s Movie. Skripsi Jurusan Sastra Inggris Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Suharyadi M.Pd (II) Dr. Emalia Iragiliati M.Pd. Kata Kunci tindak perlokusi hedges autisme perilaku autistik film Temple Grandin Anak yang di diagnosis autis biasanya dilihat dari kelainan berkomunikasi mereka. Penggambaran tokoh autis ditampilkan dengan baik dalam film Temple Grandin dimana sang pemeran utama adalah seorang autis bernama Temple Grandin. Fokus dari penelitian ini tidak hanya pada aspek tindak perlokusi dan hedges namun juga menghubungkannya dengan perilaku autis. Penelitian ini juga menyajikan beberapa perilaku yang ditunjukkan oleh Temple Grandin pada saat berkomunikasi dengan tokoh lain. Penelitian ini mendukung teori perlokusi oleh Austin (1962) dan Searle (1969) teori hedges oleh Lakoff (1972) dan Brown Levinson (1978) serta teori autisme oleh Happ (1993) dan Baron-Cohen (1994) Ada beberapa langkah yang dilakukan untuk mendapatkan data yang sesuai. Pertama setelah menentukan film yang akan digunakan dan mengunduhnya data yang diambil dari transkrip film disaring berdasarkan dialog Grandin dan tokoh utama lainnya. Langkah selanjutnya adalah mengkategorikan ucapan-ucapan kedalam jenis-jenis hedges berdasarkan taksonomi hedges milik Salager-Meyer (1997) dan Sukarni (2007). Setelah itu menjelaskan fungsi masing-masing hedges yang digunakan dalam data menghubungkannya dengan tindak perlokusi dan menambahkan perilaku autistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh utama menggunakan delapan tipe hedges. Delapan tipe hedges tersebut adalah modal auxiliary verb (MAV) modal lexical verb (MLV) adjectival adverbial and modal noun phrase (AAM) approximators of degree quantity frequency and time (AAP) introductory phrase (IP) if-clause (IC) hedges combined with the use of emphatics (HCE) and strong words (SW). Hasil penelitian juga menemukan bahwa empat tokoh utama menggunakan 23 fungsi hedges dari 120 ucapan. Selain itu ada 120 ucapan yang menyebabkan tindak perlokusi dalam film Temple Grandin. Sebagai tokoh autis Temple Grandin menunjukkan tiga perilaku autistik gejala sosial kesulitan dalam berkomunikasi dan pengulangan. Penelitian ini diharapkan memberi pandangan dan informasi mengenai komunikasi autistik hedges dan tindak perlokusi. Sementara itu meskipun memberikan penjelasan mengenai hedges tindak perlokusi dan autisme sebagai referensi penelitian yang akan datang diharapkan dapat mengembangkan penelitian ini lebih dalam terutama dalam aspek neurolinguistik yang dapat menjelaskan mengenai perilaku autistik lebih dalam.