UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Penggunaan konjungsi pada teks eksposisi siswa kelas X SMA Negeri 8 Malang / Ricky Setya Prayoga

Prayoga, Ricky Setya - Nama Orang;

Abstrak
ABSTRAK Prayoga Ricky Setya. 2015. Penggunaan Konjungsi Pada Teks Eksposisi Siswa Kelas X SMA Negeri 8 Malang. Skripsi. Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. Anang Santoso M.Pd. (2) Dr. H. Imam Agus Basuki M.Pd. Kata Kunci konjungsi teks eksposisi. Konjungsi adalah satuan yang digunakan untuk meluaskan maupun mengaitkan satuan-satuan sintaktis baik setara maupun tidak setara. Secara sederhana konjungsi berarti kata hubung karena tugasnya merupakan penghubung antar kata dengan kata frase dengan frase klausa dengan klausa dan kalimat dengan kalimat. Dalam penelitian ini dikaji tentang penggunaan konjungsi pada teks eksposisi karya siswa. Teks eksposisi yang di dalamnya berisi suatu penjelasan atau pemaparan pendapat memerlukan kecermatan dan keefektifan penggunaan kalimat agar ide yang dituangkan penulis dapat tersampaikan dengan baik pada pembaca. Salah satu keefektifan penggunaan kalimat dapat ditinjau dari penggunaan konjungsi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian teks atau dokumen yang menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah teks eksposisi siswa kelas X SMA Negeri 8 Malang. Data penelitian adalah konjungsi koordinatif dan subordinatif antarklausa maupun antarkalimat. Sumber data didapatkan dari guru mata pelajaran. Analisis data dalam penelitian ini meliputi (1) reduksi data (2) sajian data dan (3) penarikan simpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan teknik kecermatan peneliti dan diskusi dengan pembimbing. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh empat kesimpulan. (1) Bentuk dan penggunaan konjungsi koordinatif antarklausa dalam teks eksposisi siswa kelas X SMA Negeri 8 Malang cukup banyak serta penggunaan dalam teks tersebut sebagian besar sudah tepat. Bentuk konjungsi koordinatif antarklausa yang terdapat dalam 25 teks eksposisi siswa sebanyak 274. Kemudian untuk penggunaan konjungsi koordinatif antarklausa yang kurang tepat umumnya dikarenakan siswa kurang cermat dalam pemakaian konjungsi untuk meluaskan ide dari klausa satu ke klausa lainnya.(2) Bentuk dan penggunaan konjungsi subordinatif antaklausa dalam teks eksposisi siswa kelas X SMA Negeri 8 Malang cukup banyak serta penggunaan dalam teks tersebut sebagian besar sudah tepat. Bentuk konjungsi subordinatif antarklausa yang terdapat dalam 25 teks eksposisi siswa adalah yang terbanyak yakni sebanyak 391. Kemudian untuk penggunaan konjungsi subordinatif antarklausa yang kurang tepat umumnya dikarenakan siswa kurang cermat dalam menggunakan konjungsi untuk meluaskan ide dari klausa satu ke klausa lainnya. (3) Bentuk dan penggunaan konjungsi koordinatif antarkalimat dalam teks eksposisi siswa kelas X SMA Negeri 8 Malang tidak terlalu banyak namun penggunaan dalam teks tersebut sebagian besar sudah tepat. Bentuk konjungsi koordinatif antarkalimat yang terdapat dalam 25 teks eksposisi siswa sebanyak 122. Kemudian untuk penggunaan konjungsi koordinatif antarkalimat yang kurang tepat umumnya dikarenakan siswa kurang cermat dalam pemilihan konjungsi untuk meluaskan ide dari kalimat satu ke kalimat lainnya sehingga perpindahan antarkalimat tersebut terasa kurang lembut. Dalam penggunaan konjungsi koordinatif antarkalimat ini variasi yang muncul juga sudah banyak. (4) Bentuk dan penggunaan konjungsi subordinatif antarkalimat dalam teks eksposisi siswa kelas X SMA Negeri 8 Malang tidak terlalu banyak namun penggunaan dalam teks tersebut sebagian besar sudah tepat. Bentuk konjungsi subordinatif antarkalimat yang terdapat dalam 25 teks eksposisi siswa sebanyak 112. Kemudian untuk penggunaan konjungsi subordinatif antarkalimat yang kurang tepat umumnya dikarenakan siswa kurang cermat dalam pemilihan konjungsi untuk meluaskan ide dari kalimat satu ke kalimat lainnya sehingga perpindahan antarkalimat tersebut terasa kurang lembut. Dalam penggunaan konjungsi subordinatif antarkalimat ini variasi yang muncul juga sudah banyak.


Informasi Detail
DDC
Rs 499.22157 PRA p
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, 2015.
Deskripsi Fisik
viii, 114 lembar : il. , tab. ; 30 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
01372/KI/17
Edisi
Skripsi (Sarjana). Universitas Negeri Malang. 2015
Subjek
1. BAHASA INDONESIA - KATA PENGHUBUNG
2. INDONESIAN LANGUAGE - CONJUNGTIONS (GRAMMAR)

Pembimbing
1. Anang Santoso; 2. H. Imam Agus Basuki
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik