Tesis
Pengembangan bahan ajar matematika berbasis penemuan terbimbing untuk meningkatkan hasil belajar siswa / Abdul Kholiq
Abstrak
ABSTRAK Kholiq Abdul. 2017. Pengembangan Bahan ajar Matematika Berbasis Penemuan Terbimbing Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa. Tesis. Program Studi Pendidikan Matematika Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I). Prof. Dr. Ipung Yuwono M.S M.Sc. (II). Dr. rer.nat. I Made Sulandra M.Si. Kata Kunci Pengembangan Bahan ajar Penemuan Terbimbing Trigonometri. Mendesain pembelajaran yang mampu mengatifkan siswa yaitu aktif dalam mengkonstruksi pemahaman terhadap suatu konsep matematika merupakan tugas penting guru. Keaktifan siswa dalam suatu pembelajaran dapat diwujudkan dengan penggunaan bahan ajar dan metode pembelajaran yang tepat. Penemuan terbimbing merupakan salah satu metode yang tepat untuk digunakan pada materi trigonometri sehingga penggunaan bahan ajar berbasis penemuan terbimbing sangat diperlukan dalam pembelajaran materi trigonometri. Dengan demikian pengembangan bahan ajar berbasis penemuan terbimbing sangat diperlukan. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan proses dan hasil dari pengembangan bahan ajar. Bahan ajar yang dikembangkan terdiri dari Lembar Kerja Siswa (LKS) dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Penelitian ini menggunakan model pengembangan four D (4D) yang dikembangkan oleh Thiagarajan yang telah dimodifikasi. Terdapat 4 tahapan utama dalam model pengembangan ini yang meliputi define (pendefinisian) design (perancangan) develop (pengembangan) dan disseminate (penyebaran). Dalam penelitian ini tahap disseminate (penyebaran) sengaja tidak dilakukan. Hasil dari pengembangan bahan ajar ini adalah adanya LKS dan RPP pada materi trigonometri untuk SMK yang valid praktis dan efektif sehingga dapat digunakan dalam pembelajaran. Uji kevalidan dilakukan oleh dua observer dan diperoleh skor rata-rata yaitu 3.56 untuk LKS dan 3.69 untuk RPP. Hal ini berarti LKS dan RPP yang dikembangkan telah valid. Selanjutnya dilakukan uji coba lapangan untuk mengetahui kepraktisan dan keefektivan dari bahan ajar (LKS dan RPP) yang dikembangkan. Berdasarkan hasil observasi skor rata-rata aktifitas guru adalah 3.40 yang berarti aktifitas guru berada pada kategori tinggi dan bahan ajar dinyatakan praktis. Untuk menguji keefektivan dari bahan ajar dapat dilihat dari tiga indikator yaitu hasil observasi aktivitas siswa angket respon siswa dan tes penguasaan bahan ajar. Berdasarkan hasil uji coba diperoleh (1) skor rata-rata aktivitas siswa adalah 3.51 (sangat aktif) (2) skor rata-rata respon siswa 3.25 (positif) dan (3) hasil tes pemahaman materi di kelas diperoleh skor 76 (baik). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan telah valid praktis dan efektif.