Skripsi
Analisis pengukuran kinerja pemerintah menggunakan persspektif balance scorecard (studi kasus pada Dinas Pertanian Kabupaten X di Jawa Timur) / Anita
Abstrak
ABSTRAK Anita. 2017. AnalisisPengukuranKinerjaPemerintahMenggunakanPerspektif Balance Scorecard StudiKasusPadaDinasPertanianKabupaten X di JawaTimur. Skripsi JurusanAkuntansi FakultasEkonomi UniversitasNegeri Malang. Pembimbing Dr. SatiaNur Maharani S.E. M.Sa. Ak. Kata kunci PengukuranKinerja Pemerintah Balance Scorecard PenelitianinimemfokuskanperhatianpadapenerapanmetodeBalance ScorecarddalammenilaikinerjaDinasPertanianKabupaten X yang selamainimasihmenggunakan LAKIP sebagailaporankinerjanya.Pengukurankinerjapemerintahdenganmenggunakan LAKIP mulaimendapatkritikdikarenakan LAKIP tidakmampumengukuraspekintangiblesepertikepuasanpelanggandankepuasanpegawai.Balance Scorecard sebagaimetodepengukurankinerjapemerintahmemilikiempatperspektifyaituperspektifkeuangan pelanggan proses bisnis internal sertapembelajarandanpertumbuhan. TujuandaripenelitianiniadalahuntukmenelitibagaimanakahmetodeBalance Scorecard menilaikinerjaDinasPertanianKabupaten X. Penelitianinimenggunakanpendekatanpenelitiankualitatifdenganmetodestudikasus.Sumber data penelitianinimenggunakan data primer dan data sekunder.Data primer diperolehmelaluiwawancaradanobservasi sedangkan data sekunderdiperolehdarilaporanrealisasianggaran laporankeuangan danlaporankinerjadariDinasPertanianKabupaten X tahun 2015-2016. Hasilpenelitianinimenunjukkanbahwa (1) perspektifkeuangandapatdinilaibaik.Hal tersebutdibuktikandengansistemperencanaan yang tertatamulaidariperencanaananggaran implementasi evaluasi sertapertumbuhananggaran.Akan tetapi (2) penilaianpadaaspekpelangganmasihkurangbaik.Ditunjukkandengankurangnyakontroldaridinasterhadappenanganankeresahanpetani mulaidarisosialisasikurangmerata distribusihibahtidaktepatsasaran sertakesulitanaksespupukbersubsidi. (3) Padaaspek proses bisnis internal ketersediaansaranadanprasaranalengkapsehinggamendukung proses operasional. Namun padaaspek proses inovasiterhadappelayananpublikmasihkurang. Di lain hal (4) perspektifpembelajarandanpertumbuhandinilaibaikdenganpegawai yang kompetensertaadanyadukunganmotivasi.Pemanfaatanteknologiinformasidapatdioptimalkanakantetapipadaaspekbudayaorganisasimasihkurang. Minimnyaketerlibatanpegawaipadadinasmenyebabkanterhambatnya proses inovasiterhadappelayanan. Hal tersebut tentunyaakanmemengaruhikinerjapemerintahsehinggamasyarakatmerasatidakpuas. Selainitu jugaakanmemengaruhiterciptanyabudayaorganisasisebagaikeunggulannya.