Tesis
Literasi sains dan hasil belajar pada konsep klasifikasi makhluk hidup, materi serta perubahannya dalam pembelajaran berbasis proyek dengan peer assessment / Ade Kirana Aryani
Abstrak
ABSTRAK Aryani Ade Kirana. 2017. Literasi Sains dan Hasil Belajar pada Konsep Klasifikasi Makhluk Hidup Materi Serta Perubahannya dalam Pembelajaran Berbasis Proyek dengan Peer Assessment. Tesis. Pendidikan Dasar IPA Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Hadi Suwono M.Si. (II) Dr. Parno M.Si. Kata kunci Literasi Sains Hasil Belajar Konsep Klasifikasi Makhluk Hidup Materi Serta Perubahannya Pembelajaran Berbasis Proyek Peer Assessment Perkembangan sains dan teknologi yang pesat menuntut manusia untuk memiliki kemampuan literasi sains dan hasil belajar yang memadai. Ditinjau dari hasil rata-rata skor dan rangking PISA 2015 menggambarkan bahwa tingkat kemampuan literasi sains peserta didik di Indonesia tergolong rendah. Berdasarkan wawancara pendahuluan hasil belajar peserta didik SMP kurang tercapai dari kriteria ketuntasan minimal. Maka perlu adanya perbaikan dalam sistem pendidikan di Indonesia untuk meningkatkan kemampuan literasi sains dan hasil belajar peserta didik. Pendekatan terkini yang digunakan sistem pendidikan Indonesia adalah pendekatan saintifik Pembelajaran Berbasis Proyek (PBP). Pemilihan konsep klasifikasi makhluk hidup materi dan perubahannya didasarkan atas potensinya mengembangkan kemampuan literasi sains dan hasil belajar peserta didik. Pada PBP peserta didik dibimbing untuk menghasilkan produk nyata sebagai solusi masalah lingkungan. Namun kesulitan PBP adalah melibatkan semua peserta didik dalam kerja kelompok dan waktu pengerjaan proyek yang cukup lama membuat motivasi peserta didik menurun. Kesulitan PBP dapat diatasi dengan menggunakan peer assessment (PA). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan PBP dengan PA terhadap literasi sains dan hasil belajar peserta didik pada konsep klasifikasi makhluk hidup materi serta perubahannya. Penelitian ini menggunakan mixed methods dengan embedded design. Penelitian dilaksanakan bulan November-Desember 2016 pada kelas VII SMPN 3 Batu. Instrumen menggunakan 10 soal tes literasi sains dengan reliabilitas 0 522 (cukup) dan tes hasil belajar dengan reliabilitas 0 605 (tinggi). Analisis data yang digunakan terdiri atas analisis kuantitatif dan analisis data kualitatif dimana data kualitatif mendukung data kuantitatif. Analisis data kuantitatif melalui uji statistik gain score ternormalisasi uji normalitas uji hipotesis dan effect size. Sedangkan analisis data kualitatif melalui pengumpulan data reduksi data penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan PBP dengan PA mampu meningkatkan literasi sains peserta didik dalam pembelajaran IPA (t hitung 9 293 p-value 0 000 effect size 1 617). PBP dengan PA juga mampu meningkatkan hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran IPA (t hitung 12 121 p-value 0 000 effect size 2 110). Rata-rata persentase jawaban dan alasan benar pada post-test menunjukkan peningkatan daripada pre-test literasi sains dan hasil belajar. Berdasarkan angket dan wawancara peserta didik lebih mudah memahami pelajaran IPA karena belajar mengalami di PBP dengan PA. Adanya PA memotivasi mereka untuk lebih aktif dalam kerjasama kelompok mereka menginginkan PBP dengan PA terus digunakan dalam pembelajaran materi berikutnya. Saran dari penelitian ini bagi guru diharapkan lebih meningkatkan monitoring kepada peserta didik akan kemajuan proyek serta kesulitan yang dialaminya dengan memfasilitasi peserta didik untuk menuangkan hasil penelitian dalam bentuk tabel dan grafik menuju kesimpulan. Bagi peneliti lain sebagai lanjutan penelitian penyusunan instrumen lembar kerja siswa pada bagian cara kerja dijabarkan lebih detail supaya peserta didik memiliki pemahaman yang cukup dan dapat mengakomodasi kegiatan dalam pembelajaran.