Tesis
Perkembangan keterampilan proses sains IPA dan hasil belajar kognitif siswa SMP melalui pembelajaran berbasis masalah / Nur Muharomah
Abstrak
ABSTRAK Muharomah Nur. 2017. Perkembangan Keterampilan Proses Sains IPA dan Hasil Belajar Kognitif Siswa SMP melalui Pembelajaran Berbasis Masalah. Tesis. Jurusan Pendidikan Dasar IPA Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Markus Diantoro M.Si. (II) Dr. Susriyati Mahanal M.Pd. Kata kunci Keterampilan Proses Sains Hasil Belajar Kognitif Pembelajaran Berbasis Masalah Metode Campuran Keterampilan Proses Sains (KPS) dan Hasil Belajar Kognitif (HBK) merupakan komponen yang perlu dilatihkan dan dicapai dalam pembelajaran IPA. KPS melatih siswa menemukan sendiri konsep yang dipelajari dan HBK membantu siswa mengembangkan dimensi kognitifnya. Namun banyak sekolah yang sampai saat ini kurang memperhatikan pencapaiannya dengan baik. sebagian besar penelitian KPS dan HBK siswa fokus kuantitatif yang hanya menganalisis peningkatan skor sebelum dan sesudah perlakuan. Perkembangan KPS dan HBK klasikal maupun individual perlu dikaji karena setiap siswa merupakan individu yang unik yang memiliki pola dan kualitas perkembangan beragam.Tujuan penelitian ini untuk memaparkan perkembangan KPS dan HBK melalui Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) Sampel penelitian ini adalah siswa kelas VIII D SMPN 1 Menganti Gresik. Rancangan penelitian ini menggunakan mixed method dengan embedded design. Tes diberikan untuk mengukur HBK sebelum selama dan sesudah perlakuan melalui PBM. Tes uji praktik KPS diberikan sebelum dan sesudah perlakuan Observasi dilakukan untuk mengetahui KPS siswa selama perlakuan. Data berupa skor dan frekuensi kemunculan dianalisis secara kuantitatif. Data berupa jawaban dan unjuk kerja siswa dianalisis secara kualitatif. Hasil analisis kuantitatif didukung kualitatif digunakan untuk membuat interpretasi semua data yang diperoleh untuk membuat kesimpulan sesuai dengan rumusan masalah penelitian. Uji korelasi pretes dan postes KPS dengan uji-t sebesar 0 73. Rata-rata N-Gain (0 75) dan effect size (5 63) menunjukkan kategori tinggi dan kriteria kekuatan sangat besar. Secara umum KPS meningkat baik secara klasikal maupun kategori. Kategori KPS pada pretes meliputi kategori Perlu dikembangkan (12%) Kurang terampil (85%) dan Tidak terampil (3%). Kategori pada postes meliputi kategori Cukup terampil (68%) dan Terampil (32%). Perubahan KPS didukung data perkembangan KPS selama pembelajaran. Perkembangan KPS ditunjukkan dari rerata frekuensi kemunculan tiap pertemuan. Pertemuan I-II (53 4) pertemuan III-IV (70 5) pertemuan V-VI (86 5) pertemuan VII-VIII (87 8) pertemuan IX-X (100 5). Hasil pretes dan postes HBK di uji korelasi dengan uji-t dan diperoleh koefisien sebesar 0 47. Rata-rata N-Gain (0 72) dan effect size (4 75) menunjukkan kategori tinggi dan kriteria kekuatan sangat besar. Perubahan skor pretes-postes HBK didukung data perkembangan HBK selama pembelajaran. Rerata total skor pada pertemuan II (16 59) pertemuan IV (17 50) pertemuan VI (18 06) pertemuan VIII (18 76) dan pertemuan X (19 41). Perkembangan kategori HBK siswa ditunjukkan oleh persentase perkembangan pada semua pertemuan yaitu kategori Benar (21%) Cukup benar (65%) dan Kurang benar (14%). Pola dan kualitas perkembangan KPS dan HBK tiap siswa sangat beragam. Hal ini menunjukkan bahwa setiap siswa merupakan individu yang unik.