Tesis
Penerapan pembelajaran kontekstual berbasis assesmen autentik untuk meningkatkan aktivitas belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV SDN Singopadu 1 Sragen / Arif Yunet Priyo Tatagno
Abstrak
ABSTRAK Tatagno Arif Yunet Priyo. 2017. Penerapan Pembelajaran Kontekstual Berbasis Asesmen Autentik untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar dan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas IV SDN Singopadu 1 Sragen. Tesis. Program Studi Pendidikan Dasar. Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. Cholis Sa dijah M.Pd. M.A. (II) Prof. Dr. Sa dun Akbar M.Pd. Kata kunci aktivitas belajar asesmen autentik kemampuan berpikir kritis pembelajaran kontekstual Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa dengan menerapkan pembelajaran kontekstual berbasis asesmen autentik. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri Singopadu 1 Kabupaten Sragen tahun pelajaran 2016/2017 yang terdiri dari 28 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan berupa pedoman observasi keterlaksanaan pembelajaran pedoman observasi aktivitas belajar siswa dan tes akhir siklus beserta kriteria penilaiannya untuk mengukur kemampuan berpikir kritis. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas dengan menggunakan siklus dalam tindakannya sebanyak 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan pelaksanaan tindakan dan observasi serta refleksi. Setiap siklus terdiri dari 3 pertemuan pembelajaran dan 1 pertemuan untuk tes akhir siklus. Setiap pertemuan pembelajaran terdiri dari kegiatan awal kegiatan inti dan kegiatan akhir. Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan menerapkan langkah-langkah pembelajaran kontekstual yang terintegrasi asesmen autentik di dalamnya. Langkah-langkah dalam pembelajaran kontekstual berbasis asesmen autentik dalam penelitian ini yaitu (1) mengembangkan pengetahuan siswa (2) melaksanakan pengamatan untuk menemukan permasalahan (3) mengembangkan rasa ingin tahu siswa dengan kegiatan bertanya (4) menciptakan masyarakat belajar dengan diskusi (5) menghadirkan model dalam pembelajarn 6) melaksanakan refleksi (7) melaksanakan penilaian sebenarnya (asesmen autentik). Asesmen autentik yang diterapkan pada penelitian ini terintegrasi pada setiap langkah-langkah pembelajaran kontekstual sehingga tidak hanya diterapkan pada akhir pembelajaran saja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keterlaksanaan pembelajaran pada siklus I mencapai rata-rata 83% terlaksana dan meningkat pada siklus II yaitu mencapai 85% terlaksana. Pada aktivitas belajar siswa untuk siklus I siswa yang mencapai kritera baik dan sangat baik sebesar 69% dari keseluruhan siswa dan meningkat pada siklus II yaitu sebesar 83% dari keseluruhan siswa telah mencapai kriteria baik dan sangat baik dalam aktivitas belajarnya. Hasil tersebut berdasarkan pedoman observasi yang diisi oleh dua orang observer. Pada akhir siklus dilaksanakan tes akhir siklus dengan hasil yaitu pada siklus I siswa yang mencapai nilai 75 untuk kemampuan berpikir kritis sebanyak 61% dari keseluruhan siswa dan meningkat pada siklus II yaitu sebanyak 86% dari keseluruhan siswa telah mencapai nilai 75 yang telah disesuaikan dengan kriteria penilaian kemampuan berpikir kritis.