Tesis
Pengaruh model pembelajaran inside outside circle & pair check secara terpadu terhadap aktivitas dan hasil belajar siswa kelas V SD Muhammadiyah Wonorejo Kecamatan Polokarto Kabupaten Sukoharjo / Dewi Nuraeni
Abstrak
ABSTRAK Nuraeni Dewi. 2017. Pengaruh Model Pembelajaran Inside-Outside Circle Pair Check secara Terpadu terhadap Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Kelas V SD Muhammadiyah Wonorejo Kecamatan Polokarto Kabupaten Sukoharjo. Tesis. Program Studi Pendidikan Dasar Guru Kelas Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Sugeng Utaya M.Si. (II) Prof. Dr. Sa dun Akbar M.Pd. Kata kunci model pembelajaran inside-outside circle pair check aktivitas belajar hasil belajar Model pembelajaran Inside-Outside Circle (IOC) dan Pair-Check (PC) secara terpadu mempunyai beberapa kelebihan. Pertama siswa dapat saling berbagi informasi. Kedua siswa dilatih untuk bekerja sama dan berkomunikasi. Ketiga tidak ada spesifikasi materi pelajaran dalam menggunakan model IOC PC. Berdasarkan penelitian terdahulu kedua model ini dapat dipadukan dengan model lain seperti Think Pair Share (TPS) Number Head Together (NHT) Mind Mapping(MM) dan Quiz-Quiz Trade (QQT). Model IOC dipadukan dengan MM ataupun QQT terbukti mampu meningkatan hasil belajar siswa. Sedangkan hasil penelitian Irawati (2015) menunjukkan bahwa prestasi belajar siswa yang menggunakan model PC lebih baik daripada model TPS dan PBL. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh model pembelajaran Model pembelajaran Inside-Outside Circle (IOC) dan Pair-Check (PC) secara terpadu terhadap aktivitas dan hasil belajar siswa kelas V di SD Muhammadiyah Wonorejo Kecamatan Polokarto Kabupaten Sukoharjo tahun pelajaran 2016/2017. Rancangan penelitian adalah nonequivalent control group design. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah silabus RPP dengan model IOC dan PC secara terpadu RPP pembelajaran konvensional lembar kerja siswa tes kognitif hasil belajar berupa soal tes isian. Teknik yang digunakan untuk menganalisis data adalah Uji T-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan awal kedua kelas sama. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji homogenitas dengan nilai signifikansi 0 166 yang lebih besar dari 0 05 (p 0 05). Data nilai aktivitas belajar yang diuji secara statistik menggunakan uji t diperoleh nilai signifikansi (p-level) sebesar 0 000 berarti nilai Sig.(2-tailed) lebih kecil dari 0 05 yaitu 0 000 0 05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran IOC dan PC secara terpadu berpengaruh terhadap aktivitas belajar siswa. Data hasil belajar yang diuji menggunakan uji t diperoleh nilai nilai signifikansi (p-level) sebesar 0 001 berarti nilai Sig.(2-tailed) lebih kecil dari 0 05 yaitu 0 001 0 05. Hal ini menunjukkan bahwa model IOC dan PC secara terpadu berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar siswa kelas V. Berdasarkan uraian data tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran IOC dan PC secara terpadu lebih baik daripada pembelajaran konvensional. Saran dalam penelitian ini adalah pertama bagi guru dapat menerapkan model IOC PC secara terpadu untuk memaksimalkan aktivitas dan hasil belajar siswa dengan mempelajari langkah yang tepat. Kedua bagi sekolah diharapkan mendukung kemajuan guru dengan menyediakan sarana dan prasaan yang memadai terutama dalam pembelajaran IPA. Ketiga bagi peneliti dapat melakukan penelitian dengan model yang berbeda pada materi yang sama. tentunya dengan catatan perbaikan pada instrument LKS.