UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Penciptaan kriya dengan media tempurung kelapa sebagai elemen estetik interior / Sonya Ivone Lilyana

Lilyana, Sonya Ivone - Nama Orang;

Abstrak
ABSTRAK Lilyana Sonya Ivone. 2017. Penciptaan Kriya Tempurung Kelapa sebagai Elemen Estetik Interior. Skripsi Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Ponimin M.Hum. (2) Drs. A.A.G Rai Arimbawa M.Sn. Kata Kunci tempurung kelapa estetika interior penciptaan kriya Tempurung kelapa terdapat di seluruh Nusantara berupa kayu pipih bulat tidak simetris keras tipis cembung dari sisi luar dan cekung dari sisi dalam. Cara memperoleh tempurung kelapa adalah dengan mengupas kulit beserta sabutnya dan menghilangkan daging buah yang berwarna putih. Selain bentuk aspek estetika tempurung kelapa memiliki tekstur yang unik dan khas tetapi bahan material ramah lingkungan tersebut sering dianggap tidak memiliki nilai. Warna tempurung kelapa yang tua adalah coklat tua dan putih kekuning-kuningan pada yang muda. Upaya mengolah tempurung kelapa ini bertujuan menghasilkan karya kriya tempurung kelapa menjadi produk estetika interior dengan kreativitas. Terobosan tersebut dapat digunakan sebagai inspirasi bagi desainer dan arsitek untuk menambah kebutuhan estetika interior. Inovasi mengolah bahan baku menjadi barang berkualitas dan memiliki fungsi estetika interior memungkinkan produk menembus pasar serta dijadikan peluang industri dan bisnis. Hal tersebut menjadi potensi yang menyerap tenaga kerja berbagai sumber daya manusia untuk memenuhi kebutuhan pasar dan barang ekspor dengan mengutamakan wujud produk. Visualisasi konsep penciptaan kriya tempurung kelapa diwujudkan dalam enam karya dengan menggunakan metode eksplorasi kualitatif kreatif. Proses visualisasi penciptaan kriya dimulai dengan membuat gambar sketsa alternatif kemudian eksplorasi teknik pembentukan bahan dan sketsa. Selanjutnya memilih eksplorasi tersebut dan mewujudkan karya dilengkapi desain teknis. Tahapan tersebut menghasilkan produk berupa kap lampu dengan patung burung elang lukisan timbul dari tempurung kelapa kap lampu tempel dinding bunga hiasan ruangan beserta vas dengan lampu kap lampu ruangan setinggi mata manusia memandang dan lampu tempel gantung menggunakan dua warna lampu. Masing-masing produk kriya yang diciptakan memiliki fungsi sesuai wujudnya. ABSTRACT Lilyana Sonya Ivone. 2017. Creation of Coconut Shell Craft as an Interior Aesthetic Element. Thesis Department of Art and Design Faculty of Letters State University of Malang. Counselor (I) Dr. Ponimin M.Hum. (2) Drs. A.A.G Rai Arimbawa M.Sn. Keywords coconut shell aesthetics interior craft creation Coconut shells are found throughout the archipelago in the form of flat wood unsymmetrical round hard thin convex from the outside and concave from the inside. How to get a coconut shell is to peel the skin along with the husk and remove the white flesh. In addition to the shape aesthetic aspects of coconut shells have a unique texture and environmentally friendly but often considered has no value. The color of the old coconut shell is dark brown and yellowish white on the young. Aim of this process is to producing coconut shell craft into interior aesthetic products with creativity. The breakthrough can be used as an inspiration for designers and architects to add the aesthetic interior needs. Innovation to process raw materials into quality goods and has the aesthetics interior enabling products to enter the market becoming an industry and business opportunity. It is a potential to absorb the labor of various human resources to fulfill the needs of the market and export goods by prioritizing the form of the product. Visualization of the concept of coconut shell creation embodied in six creation using creative qualitative exploration methods. The visualizing process begins with drawing alternative sketches then exploring forming techniques materials and sketches. Then select the exploration and realize the work equipped with technical design. The stages produce a lamp shade with an eagle statue an embossed painting of a coconut shell an outboard lamp shade a flower ornament with a vas lamp a room-shaped lampshade as high as a human eyes and a chandelier with two colours lamps. Each craft product that is created has a function according to its form.


Informasi Detail
DDC
Rs 745.5 LIL p
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidkan Seni Rupa, 2017.
Deskripsi Fisik
xiii, 146 lembar, il.; tab.; 30 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
01748/KI/17
Edisi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang. 2017
Subjek
1. SENI KRIYA
2. HANDSCRAFT

Pembimbing
1. Ponimin; 2. Anak Agung Gede Rai Arimbawa
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik