Skripsi
Peningkatan keterampilan mengidentifikasi unsur cerita melalui model Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) di kelas V SDN Soko Kabupaten Tulungagung / Muhammad Muhtar Asngari
Abstrak
ABSTRAK Asngari Muhammad Muhtar. 2017. Peningkatan Keterampilan Mengidentifikasi Unsur Cerita Melalui Model Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) di Kelas V SDN Soko Kabupaten Tulungagung. Skripsi. Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dra. Tri Murti S.Pd M.Pd (2) Drs. Suhel Madyono S.Pd M.Pd. Kata Kunci peningkatan keterampilan unsur cerita model circ Hasil observasi awal yang dilakukan peneliti di kelas V SDN Soko Kabupaten Tulungagung pada pembelajaran Bahasa Indonesia menunjukkan bahwa (1) pembelajaran didominasi oleh penjelasan guru dengan metode ceramah (2) kegiatan siswa hanya mendengarkan mencatat dan mengerjakan soal (3) 90% siswa bingung menentukan tema 47% siswa kesulitan menentukan latar 85% siswa kesulitan menentukan penokohan dan 90% siswa bingung menentukan amanat (4) hasil keterampilan siswa dalam mengidentifikasi unsur cerita rendah dengan nilai rata-rata dibawah KKM dan hanya 33% siswa tuntas. Solusi permasalahan tersebut adalah dengan model CIRC. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan dan peningkatan keterampilan mengidentifikasi unsur cerita melalui model CIRC. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian dilaksananakan dalam 2 siklus dengan tahapan (a) perencanaan (b) pelaksanaan (c) observasi dan (d) refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi tes dokumentasi wawancara dan catatan lapangan. Teknik analisis data yang digunakan meliputi reduksi data penyajian data dan penarikan kesimpulan Hasil penelitian menunjukkan penerapan model CIRC dilaksanakan oleh guru dan siswa dengan sangat baik. Aktivitas guru pada siklus I mencapai 82% dan meningkat pada siklus II menjadi 100% aktivitas siswa pada siklus I mencapai 82% meningkat pada siklus II menjadi 94%. Siswa aktif dan antusias dalam melaksanakan setiap kegiatan dalam model CIRC. Terjadi peningkatan hasil keterampilan siswa dalam mengidentifikasi unsur cerita. Nilai rata-rata keterampilan siswa pada pratindakan sebesar 58 dengan kentuntasan klasikal 33% meningkat pada siklus I dengan nilai rata-rata 73 dan ketuntasan klasikal 66% dan pada siklus II nilai rata-rata mencapai 78 dengan ketuntasan klasikal 88%. Kesimpulan bahwa penerapan model CIRC dalam pembelajaran keterampilan mengidentifikasi unsur cerita telah dilaksanakan oleh guru dan siswa dengan sangat baik serta dapat meningkatkan keterampilan siswa kelas V SDN Soko Kabupaten Tulungagung. Untuk itu disarankan guru dalam menerapkan model CIRC kedepannya dapat memberikan motivasi dan perhatian lebih pada setiap kegiatan khususnya dalam kegiatan presentasi sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung optimal.