Tugas Akhir
Studi pelaksanaan kolom pada pembangunan gedung Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan / Restifar Nandhito Dewa
Abstrak
ABSTRAK Dewa Restifar N. 2017. Studi Pelaksanaan Kolom pada Pembangunan Gedung Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuran. Proyek Akhir Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing Drs. Ir. H. Sudomo M.MT. Kata Kunci Kolom Gedung Metode pelaksanaan Permasalahan Kolom Kolom merupakan komponen tekan maka keruntuhan pada satu kolom merupakan lokasi kritis yang dapat menyebabkan collapse ( runtuhnya ) lantai yang bersangkutan dan juga runtuh total (ultimate total collapse) seluruh strukturnya. Perencanaan dan pelaksanaan kolom sangatlah komplek. Pada Pelaksanaan struktur kolom dijumpai beberapa permasalahan seperti kebocoran pada bekisting dan segresi saat pengecoran berlangsung. Mengingat pentingnya kolom dalam struktur bangunan dan perencanaan yang cukup kompleks maka diperlukannya studi dalam pelaksanaan pekerjaan kolom. Tujuan dari studi pelaksanaan kolom ini dapat mengetahui pelaksanaan struktur kolom beton bertulang pada Proyek Pembanguan Gedung Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan dan mengetahui cara mengatasi permasalahan yang sering terjadi dalam pelaksanaan pekerjaan kolom Pengerjaan kolom ini meliputi pekerjaan pembesian perancah pekerjaan bekisting pekerjaan pengecoran pekerjaan pembongkaran bekisting dan perawatan beton. Pekerjaan pembesian menggunakan tulangan dengan dimensi ulir D19 sebagai tulangan utamanya dan begelnya menggunakan tulangan berdimensi dimensi polos 12. Perancah yang digunakan adalah skafolding dan sebagai pengikat bekisting menggunakan tie road. Bekisting yang dipakai dalam pengerjaan kolom yaitu bekisting kayu. Pengecoran dilakukan menggunakan beton ready mix dengan mutu K-300. Pemadatan beton saat pengecoran dilakukan dengan menggunakan tangan yaitu tongkat berupa tulangan yang dirojok-rojok. Pembongkaran bekisting dilakukan setelah 1 hari pengecoran karena menggunakan beton ready mix. Curing beton pada kolom dilakukan dengan penambahan pada sisi beton yang mengalami keropos atau rusak. Pekerjaan perawatan beton pasca pengecoran dilakukan dengan membungkus beton menggunakan plastic kedap air. Hasil dari studi pelaksanaan yang dilakukan terdapat ketidaksesuain pengerjaan di lapangan dengan teori yang ada. Terjadinya kebocoran pada bekisting yang diikat menggunakan pengikat kayu dan pipa cor saat dilakukannya pengecoran tidak seluruhnya masuk hingga dasar bekisting kolom melainkan pengecoran dilakukan pada ketinggian 3 meter sehingga membuat terjadinya segresi. Sehingga dapat disarankan dalam proyek ini hendaknya pelaksana dapat menyesuaikan metode pelaksanaan pada kolom dengan teori yang telah ada.