Tesis
Pengembangan media papan permainan panjat tebing untuk pembelajaran tematik sistem peredaran darah manusia dan hewan di kelas V sekolah dasar / Desty Triastuti
Abstrak
ABSTRAK Triastuti Desty. 2017. Pengembangan Media Papan Permainan Panjat Pinang untuk Pembelajaran Tematik Sistem Peredaran Darah Manusia dan Hewan di Kelas V Sekolah Dasar. Tesis Program Studi Pendidikan Dasar Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. Sa dun Akbar M.Pd. (2) Dr. Edy Bambang Irawan M.Pd. Kata Kunci pengembangan media papan permainan panjat pinang sistem peredaran darah Media memiliki peranan yang cukup penting di dalam proses pembelajaran. Pemanfaatan dan pemilihan media untuk proses pembelajaran hendaknya disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan siswa. Siswa akan lebih mudah menerima materi jika menggunakan media sebagai alat bantu belajar mereka. Namun kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa pengunaaan media dan ketersediaan media untuk proses pembelajaran tematik masih belum maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa media papan permainan yang dapat membantu guru dan siswa dalam menciptakan pembelajaran yang lebih bervariasi melalui kegiatan yang menarik dan menyenangkan serta menganalisis keefektifan penggunaannya dalam pembelajaran tematik di kelas V sekolah dasar. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan Dick Carey dan Carey (2009). Model pengembangan Dick Carey dan Carey memiliki 10 langkah yang berurutan. Namun penelitian ini hanya melaksanakan 9 langkah pengembangan. Hal ini dikarenakan tahap ke 10 tidak dianggap sebagai bagian integral dari proses desain pengembangan karena biasanya dilaksanakan oleh pihak ketiga sebagai evaluator independen. 9 langkah pengembangan yang dilaksanakan pada penelitian dan pengembangan ini yaitu mengidentifikasi tujuan umum pembelajaran melakukan analisis pembelajaran dan keterampilan bawahan mengidentifikasi karakteristik dan lingkungan siswa mengidentifikasi dan merumuskan tujuan khusus pembelajaran mengembangkan instrumen penilaian mengembangkan strategi pembelajaran mengembangkan dan memilih bahan/materi pembelajaran merancang dan melaksanakan evaluasi formatif dan melakukan revisi. Penelitian ini dilaksanakan di SD Anak Saleh Kota Malang pada semester genap tahun ajaran 2016/2017. Langkah-langkah pengembangan dilakukan secara bertahap dan berurutan agar memperoleh produk pengembangan yang valid praktis menarik dan efektif digunakan dalam pembelajaran. Kevalidan produk diperoleh dari data hasil validasi ahli materi dan ahli desain/media. Persentase rata-rata hasil validasi dari kedua ahli sebesar 87 7% dengan kriteria sangat valid. Kepraktisan produk diperoleh dari data hasil uji coba perorangan dan uji coba kelompok kecil dengan persentase skor perolehan sebesar 91 25% dengan kriteria sangat praktis. Kemenarikan produk diperoleh dari data hasil uji perorangan dan uji kelompok kecil dengan perolehan persentase skor perolehan sebesar 92 22%. Uji keefektifan produk diperoleh dari data hasil belajar dan data aktivitas siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Berdasakan hasil uji coba lapangan perolehan skor hasil aktivitas siswa menunjukkan kategori sangat aktif sedangkan uji efektifitas produk dihitung menggunakan teknik uji-t (uji beda) pada kedua kelas dengan perolehan tingkat signifikansi sebesar 0 000. Hal ini dapat disimpulkan bahwa 0 000 0 05 sehingga Ha diterima dan Ho ditolak. Ha diterima berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara siswa yang belajar menggunakan media papan permainan panjat pinang dengan siswa yang belajar tanpa menggunakan papan perminan panjat pinang. Hal terebut disebabkan karena adanya perbedaan perlakuan yang diberikan kepada kedua kelas bukan karena perbedaan kemampuan siswa pada kedua kelas tersebut. Produk media papan permainan panjat pinang ini sudah teruji kevalidan kepraktisan kemenarikan serta keefektifannya. Agar media ini dapat digunakan oleh pihak lain secara luas di berbagai sekolah sebaiknya dilakukan uji efektifitas skala besar dengan melibatkan pihak ketiga (evaluator independen). Hal ini dilakukan dalam rangka pengambilan keputusan atas media yang dikembangkan agar dapat digunakan dalam pembelajaran yang sebenarnya secara luas di lapangan. Media ini dapat dikembangkan lagi dengan ukuran yang lebih besar. Bentuk papan dapat dimodifikasi dalam bentuk yang berbeda misalnya segienam lingkaran dan sebagainya.