Skripsi
Pengembangan perangkat pembelajaran persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel berdasarkan teori APOS (Action, Process, Object, Schema) untuk siswa kelas VII / Ratna Ayu Kurniawati
Abstrak
ABSTRAK Kurniawati Ratna Ayu. 2017. PengembanganPerangkatPembelajaranPersamaan Dan Pertidaksamaan Linear SatuVariabelBerdasarkanTeori APOS (Action Process Object Schema)UntukSiswaKelas VII.Skripsi JurusanMatematika FakultasMatematikadanIlmuPengetahuanAlam UniversitasNegeri Malang. Pembimbing Prof. Dr. CholisSa dijah M.Pd M.A. Kata Kunci perangkatpembelajaran teoriAPOS persamaandanpertidaksamaan linear satuvariabel. Dalam prosespembelajaranmemerlukanperangkatpembelajaran yang digunakan di kelas. Guru mengembangkanperangkatpembelajaran yang membantusiswadalammengonstruksipengetahuannya. Berdasarkanhasilobservasi RancanganPelaksanaanPembelajaran (RPP) yang digunakan guru tidaksesuaidengankurikulum yang ditetapkan yaituKurikulum 2013 Revisi 2016. Selainitu LembarKegiatanSiswa (LKS) yang diberikantidakmemuatmateri yang sebenarnya. Materipersamaandanpertidaksamaan linear satuvariabelmerupakanmateriawaldalamsistempersamaan sehinggadibutuhkanpendekatanuntukmengonstrukpengetahuannyasendiri. Teori APOS sebagaiteorikonstruktivisdapatmembantusiswamengonstrukpengetahuan. Olehkarenaitu penelitibermaksudmengembangkanperangkatpembelajaranpersamaandanpertidaksamaan linear satuvariabelberdasarkanteori APOS (Action Process Object Schema) untuksiswakelas VII. Perangkat pembelajaran berdasarkan teori APOS (Action Process Object Schema) memuat fase-fase teori APOS pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Lembar Kegiatan Siswa (LKS). Fase-fase tersebut adalah fase Aksi fase Proses fase Objek dan fase Skema. Tujuan pengembangan yang dilakukan yaitu untuk menghasilkan perangkat pembelajaran materi persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel berdasarkan teori APOS yang valid praktis dan efektif. Padapenelitianinimenggunakan model penelitianpengembanganPlomp yang terdiridaritahappenelitianawal fasemembuatprototipe faseasesmen. Terdapattiga kali ujidalampengembanganini yaitu (1) UjiKevalidan (2) UjiKepraktisan (3) UjiKeefektifan. Ujikevalidandilakukanolehdua validator yaitu validator ahlidan validator praktisi. Ujikepraktisandilakukandenganobservasikegiatan guru olehdua observer danangketresponsiswa. Ujikeefektifandilakukandenganobservasikegiatansiswaolehdua observer dankuisindividu. Berdasarkananalisis data diperolehhasilyaitu (1) skorkevalidan RPP dan LKS berturut-turutadalah 3 50 dan 3 61 dengankriteria valid (2) skorkepraktisanberdasarkanhasillembarobservasikegiatan guru denganskor 3 75 dengankriteriapraktisdanhasilangketresponsiswadenganskor 3 64 danmendapatresponpositif dan (3) ujikeefektifanditunjukkandenganskordarilembarobservasikegiatansiswayaitu 3 72 yang menunjukkantingkatkeefektifannyatinggidan 83 33% siswamendapatkannilaidiatas KKM yang ditentukanyaitu 75. Dalammenyempurnakanproduk yang dikembangkan penulismelakukanrevisiberdasarkandari validator danhasilujicobaperangkatpembelajaran.