Tugas Akhir
Pengaruh perendaman air laut pada campuran Hot Rolled Sheet Wearing Course (HRS-WC) ditinjau dari parameter Marshall / Pradita Ayu Hesrinda
Abstrak
ABSTRAK Hesrinda P A. 2017. Pengaruh Perendaman Air Laut Pada Campuran Hot Rolled Sheet Wearing Course (HRS-WC) Ditinjau Dari Parameter Marshall. Tugas Akhir Program Studi D3 Teknik Sipil dan Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Drs. Boedi Rahardjo M.Pd. M.T. Kata Kunci Hot Rolled Sheet-Wearing Course (HRS-WC) Perendaman Air Laut Parameter Marshall. Banjir rob yang kerap terjadi di kawasan pesisir pantai Indonesia menyebabkan genangan air di jalan raya. Akibatnya kondisi jalan perkerasan lentur di daerah genangan rob banyak mengalami kerusakan. Pengaruh genangan air laut terhadap kerusakan konstruksi jalan dapat menyebabkan perlemahan daya dukung tanah dasar dan mempercepat proses peretakan perkerasan. Tujuan dari pengujian ini pertama untuk mengetahui sifat fisik dan mekanik bahan-bahan penyusun campuran HRS-WC. Kedua untuk mengetahui pengaruh perendaman air laut terhadap campuran HRS-WC ditinjau dari Parameter Marshall. Bahan yang digunakan dalam pengujian ini terdiri dari agregat yang berasal dari daerah Selorejo Blitar filler menggunakan semen portland Gresik dan aspal pertamina dengan penetrasi 60/70. Pengujian dilakukan di Laboratorium Perkerasan Jalan Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Metode yang digunakan dalam pengujian mengacu pada Spesifikasi Bina Marga Tahun 2010. Variasi lama perendaman dilakukan setelah menentukan kadar aspal optimum. Perendaman dilakukan pada suhu 60oC selama 24 jam 48 jam dan 72 jam. Untuk mengetahui pengaruh perendaman air laut pada benda uji dilakukan pengujian Marshall. Hasil pengujian ini menunjukkan pertama sifat fisik dan mekanik bahan-bahan penyusun campuran HRS-WC sudah memenuhi syarat. Kedua pengaruh perendaman air laut terhadap campuran HRS-WC berdasarkan uji Marshall semakin lama perendaman air laut menunjukan nilai stabilitas semakin menurun nilai flow semakin tinggi Marshall Quotient semakin menurun nilai VIM semakin tinggi VMA semakin tinggi dan VFA semakin menurun.