Skripsi
Analisis perbedaan biaya overhead Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri dan swasta di Kabupaten Ngawi / Lestari Lisa Qurnia
Abstrak
ABSTRAK Qurnia Lestari Lisa. 2017. Analisis Perbedaan Biaya Overhead Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri dan Swasta di Kabupaten Ngawi. Skripsi Administrasi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Bambang Budi Wiyono M.Pd (II) Dr. Agus Timan M.Pd. Kata Kunci Biaya Overhead SMP Negeri SMP Swasta Biaya overhead sekolah merupakan biaya operasional yang dikeluarkan sekolah untuk menunjang terselenggaranya pendidikan. Biaya overhead bersifat vital dan rutin dikeluarkan. Sumber dana yang digunakan bersal dari dana Bantuan Operasional Sekolah Nasional (BOSN). Apabila biaya overhead sekolah tidak terpenuhi maka keuangan sekolah tersebut tidak dalam keadaan stabil. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menghitung biaya overhead sekolah yang dikeluarkan oleh SMP Negeri dan SMP Swasta di Kabupaten Ngawi menemukan cakupan biaya overhead sekolah di SMP Negeri dan SMP Swasta di Kabupaten Ngawi mendeskripsikan adanya perbedaan signifikan antara biaya overhead sekolah di SMP Negeri dan SMP Swasta di Kabupaten Ngawi mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan biaya overhead sekolah di SMP Negeri dan SMP Swasta di Kabupaten Ngawi. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif deskriptif komparatif. Populasi dari penelitian ini adalah 51 SMP Negeri dan 26 SMP Swasta. Pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisis yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif dan uji t. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh empat kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama total rata-rata pengeluaran biaya overhead pada SMP Negeri selama tiga tahun anggaran sebesar Rp 198.844.745 - sedangkan rata-rata pengeluaran biaya overhead pada SMP Swasta sebesar Rp. 88.778.381 -. Kedua Cakupan biaya overhead SMP Negeri maupun SMP Swasta di Kabupaten Ngawi adalah sama meliputi ATK biaya dapur alat habis pakai bahan habis pakai gaji GTT gaji PTT uang insentif pegawai biaya pemeliharaan gedung sekolah biaya pemeliharaan kendaraan sekolah biaya pemeliharaan laboratorium biaya listrik biaya air biaya telepon biaya internet dan biaya pajak. Ketiga perbedaan signifikan rata-rata persentase pengeluaran biaya overhead lebih tinggi SMP Swasta daripada SMP Negeri. Hipotesis yang diajukan peneliti adalah biaya overhead sekolah swasta lebih tinggi dari biaya overhead sekolah negeri . Untuk mengetahui hasil digunanakan analisis komparatif uji t. Setelah diolah diperoleh hasil bahwa hipotesis yang diajukan peneliti ditolak. Hal ini dikarenakan nilai t hitung dalam 3 tahun anggaran lebih kecil dari derajat kepercayaan (0 05) sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Keempat faktor-faktor yang mempengaruhi biaya overhead SMP Negeri dan SMP Swasta antara lain kebijakan pemerintah jumlah siswa dan jumlah pendidik maupun tenaga kependidikan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan disampaikan beberapa saran. Pertama bagi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ngawi hendaknya memperhatikan mengawasi dengan baik dan meningkatkan subsidi dana baik untuk SMP Negeri dan SMP Swasta terutama bagi sekolah yang berada pada tempat terpencil dan memiliki sedikit siswa di Kabupaten Ngawi. Kedua bagi Kepala SMP Negeri dan Swasta hendaknya meningkatkan dalam manajemen keuangan pada masing-masing sekolah. Skala prioritas perlu dilakukan agar semua kebutuhan sekolah dapat terpenuhi dengan baik. Dan perlu mempertahankan manajemen keuangan yang telah dilaksanakan secara efektif efisien dan transparan sesuai RKAS yang telah disusun sehingga dapat dipertanggungjawabkan. Ketiga bagi peneliti lain yang akan melaksanakan penelitian di waktu yang akan datang diharapkan untuk dapat mengkaji faktor-faktor lain (pengembangan perpustakaan dan pengembangan profesionalisme pendidik) yang berkaitan dan berkontribusi dengan biaya overhead SMP Negeri dan SMP Swasta di Kabupaten Ngawi.